Panitia Haji Arab Saudi Larang Jemaah Beri Uang Tip Kepada Sopir Bus Shalawat
- 27 Apr 2026 21:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. PPIH Arab Saudi Larang Jamaah Beri Uang Tip Kepada Sopir Bus Shalawat.
- 2. Selain aturan larangan pemberian tip, edukasi mobilitas juga ditekankan pada kepatuhan jemaah dalam mengenali armada keberangkatan.
- 3. Prosedur penggunaan kartu rute bus sangat praktis, jemaah hanya perlu mencocokkan nomor dan warna kartu di dada dengan stiker raksasa di kaca depan bus.
RRI.CO.ID, Makkah - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melarang jemaah memberikan uang tip kepada sopir Bus Shalawat. Jemaah haji diminta memahami bahwa layanan Bus Shalawat adalah fasilitas gratis yang tidak memerlukan biaya perjalanan.
Bus Shalawat adalah layanan transportasi untuk jemaah dari lokasi akomodasi/ pemondokan menuju Masjidil Haram, dan sebaliknya. Pada musim haji 1445 H/2024 M ini, pemerintah menyiapkan 450 Bus Shalawat yang akan melayani jemaah di Makkah.
Bus Shalawat tersedia di 76 halte, untuk 22 rute bus. Layanan meliputi lima pemondokan jemaah haji Indonesia, yaitu di Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rei Bakhsy.
PPIH menyoroti kebiasaan jemaah yang sering memberi uang tip kepada sopir bus ketika berangkat atau pulang dari masjid. Tindakan ini dilarang karena dikhawatirkan dapat memicu praktik diskriminasi layanan antar-trayek di lapangan.
"Mereka sopir yang sudah dibayar oleh perusahaan. Kami menghindari hal-hal yang membuat sopirnya kalau tidak dikasih tip kemudian malas," kata Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman.
| Baca juga: Haji 2026, Ini Hasil Evaluasi Ombudsman |
Kontrak kerja sama Pemerintah Indonesia dan perusahaan bus Arab Saudi mencakup seluruh honor operasional para sopir. Peringatan ini diharapkan dapat menghentikan pemberian uang yang tidak pada tempatnya tersebut.
Selain larangan pemberian tip, kepatuhan jemaah dalam mengenali armada keberangkatan bus. PPIH telah membekali setiap jemaah dengan Kartu Rute setelah mereka tiba di penginapan Makkah.
"Kartu Rute itu harus selalu dibawa jemaah pada saat mau ke Masjidil Haram. Ini juga bisa ditempatkan di tas paspor untuk memudahkan mengingat," ucap Syarif secara spesifik.
Jemaah hanya perlu mencocokkan nomor dan warna kartu di dada dengan stiker besar di kaca depan bus. Saat ini tercatat ada 21 variasi nomor rute bus yang berputar di lima wilayah pemukiman jemaah.
Dengan disiplin mematuhi dua aturan utama transportasi ini, keselamatan pergerakan jemaah akan jauh lebih terjamin. Pemerintah memastikan tidak ada kompromi terhadap integritas pelayanan operasional logistik di Tanah Suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....