Kartu Nusuk sebagai 'Nyawa Kedua' Jemaah Haji

  • 27 Apr 2026 21:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah menyebut kartu Nusuk sebagai nyawa kedua bagi jemaah haji. Setiap jemaah diwajibkan menunjukkan kartu tersebut di mana pun berada.

“Hal itu karena petugas akan melakukan pemeriksaan secara berkala di berbagai titik. Untuk jemaah haji Indonesia, kartu Nusuk telah dibagikan sejak berada di embarkasi di Tanah Air,” kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Senin (27/4/2026).

Ia menyebut saat memasuki embarkasi, jemaah tidak hanya menerima kartu, tetapi juga langsung dilakukan aktivasi. Proses ini memastikan kartu dapat digunakan setibanya di Arab Saudi.

Pemeriksaan kartu Nusuk dilakukan secara ketat, termasuk saat jemaah melewati checkpoint. Petugas akan memastikan setiap jemaah memiliki kartu tersebut.

“Setelah tiba dan masuk ke hotel di Makkah maupun Madinah, kewajiban membawa kartu tetap berlaku. Terutama ketika jemaah melakukan aktivitas di luar hotel, seperti menuju Masjidil Haram atau Masjid Nabawi,” katanya.

Di area masjid, petugas juga secara rutin melakukan pengecekan. Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk selalu membawa dan menjaga kartu Nusuk selama beraktivitas.

Apabila jemaah mengalami kendala, termasuk kehilangan kartu Nusuk, diminta segera menghubungi petugas haji yang disiagakan di berbagai titik. Petugas akan membantu proses pelaporan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....