Parfum Lokal Viral yang Digandrungi Gen Alpha

  • 19 Jul 2026 09:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar, - Parfum lokal kini menjadi bagian dari gaya hidup yang dekat dengan Generasi Alpha. Kelompok yang lahir pada era digital ini mengenal tren melalui media sosial, video pendek, serta rekomendasi kreator konten. Mereka tidak hanya mencari aroma yang enak, tetapi juga kemasan menarik, harga terjangkau, dan identitas merek yang mudah dikenali. Perkembangan industri parfum dalam negeri ikut mendorong lahirnya banyak produk dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar, sehingga pilihan parfum lokal semakin beragam dan diminati.

Popularitas parfum lokal semakin meningkat karena produsen mampu menghadirkan aroma yang sesuai dengan karakter anak muda Indonesia. Wangi bertema fruity, gourmand, floral, hingga fresh menjadi pilihan yang paling sering dicari karena memberi kesan ceria dan ringan untuk aktivitas sehari-hari. Di media sosial, sejumlah merek seperti HMNS, SAFF & Co., Mykonos, hingga Octarine sering muncul dalam ulasan kreator konten dan memperoleh perhatian besar dari konsumen muda. Fenomena ini menunjukkan bahwa kualitas produk lokal semakin diakui dan mampu membangun daya tarik tanpa harus bergantung pada merek luar negeri.

Daya tarik parfum lokal tidak hanya berasal dari aromanya. Desain botol yang modern, nama produk yang unik, dan strategi pemasaran kreatif membuat produk lebih mudah diingat. Melansir Jurnal penelitian dinastirev.org kualitas produk, citra merek, pengaruh media sosial, serta rekomendasi influencer memiliki pengaruh nyata terhadap keputusan pembelian konsumen. Memperlihatkan bahwa pengalaman digital kini menjadi bagian penting dalam membentuk minat membeli parfum, terutama di kalangan generasi muda yang aktif menggunakan media sosial.

Generasi Alpha juga dikenal berani mencoba parfum tanpa mencium aromanya secara langsung atau dikenal sebagai blind buying. Keputusan tersebut biasanya dipengaruhi oleh deskripsi aroma, ulasan pembeli, video demonstrasi, serta interaksi penjual di marketplace. Informasi digital yang lengkap dianggap mampu mengurangi keraguan konsumen terhadap produk parfum lokal dan meningkatkan keinginan untuk membeli secara daring. Kondisi yang menjelaskan mengapa banyak merek lokal lebih fokus membangun komunikasi melalui platform digital dibanding mengandalkan toko fisik.

Persaingan di industri parfum lokal juga mendorong produsen terus berinovasi. Selain menghadirkan aroma yang tahan lama, banyak merek mulai memperhatikan keseimbangan antara kualitas bahan baku, harga, dan karakter aroma yang sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Pemasaran parfum lokal dengan menunjukkan sisi kualitas produk, ulasan elektronik, citra merek, dan variasi pilihan aroma menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen lintas generasi, termasuk kelompok usia muda yang sangat aktif mengikuti tren digital.

Di balik tren tersebut, parfum lokal telah berkembang menjadi simbol kreativitas industri dalam negeri. Konsumen tidak lagi sekadar membeli wewangian, tetapi juga mencari produk yang mencerminkan kepribadian dan mudah dibagikan melalui media sosial. Perubahan perilaku ini membuka peluang besar bagi produsen lokal untuk terus menghadirkan inovasi aroma, desain, dan pengalaman belanja yang relevan dengan kebutuhan Generasi Alpha, sekaligus memperkuat posisi parfum Indonesia di pasar nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....