Fotografer Ungkap Kekuatan Cerita dalam Teknik Juxtaposition Fotografi

  • 16 Jul 2026 20:50 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Teknik juxtaposition menempatkan dua objek yang berbeda atau bertolak belakang dalam satu frame untuk menghadirkan makna baru dan mengundang penikmat foto untuk berpikir lebih dalam.
  • Sultan Putrandra menekankan bahwa fotografi memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan, emosi, dan sudut pandang fotografer tanpa memerlukan banyak penjelasan verbal.
  • Kepekaan visual seorang fotografer dapat dilatih melalui pengamatan lingkungan dan pemahaman cerita yang terjadi di sekitarnya, bukan hanya bergantung pada keberuntungan.
  • Generasi muda yang tertarik fotografi tidak perlu memiliki peralatan mahal, dapat memanfaatkan kamera ponsel atau menyewa kamera sesuai kebutuhan untuk memulai berkarya.

RRI.CO.ID, Semarang - Teknik juxtaposition menjadi salah satu pendekatan fotografi yang mampu menyampaikan pesan secara kuat melalui pertemuan dua objek yang kontras dalam satu bingkai. Fotografer Sultan Putrandra menjelaskan bahwa teknik tersebut dapat menghadirkan makna baru yang mengundang penikmat foto untuk berpikir lebih dalam.

Dalam program Sore Ceria PRO2 FM RRI Semarang, Rabu, 14 Juli 2026, Sultan mengatakan juxtaposition secara sederhana adalah menempatkan dua hal yang berbeda atau bertolak belakang dalam satu frame. Menurutnya, perpaduan tersebut dapat menghasilkan cerita visual yang menarik tanpa memerlukan banyak penjelasan.

Sultan menuturkan, esensi fotografi bukan hanya sekadar merekam momen yang terjadi di depan kamera. Ia menilai sebuah foto memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan, emosi, dan sudut pandang fotografer kepada audiens.

Pria yang mulai serius menekuni dunia fotografi sejak tahun 2015 itu mengaku memiliki ketertarikan besar pada genre human interest. Baginya, genre tersebut menawarkan banyak kisah tentang kehidupan manusia yang penuh emosi, perjuangan, dan makna yang dapat diterjemahkan melalui gambar.

“Saya suka fotografi human interest karena banyak momen yang menunjukkan emosi, perjuangan, dan realitas kehidupan manusia. Dari situ, foto bisa menjadi media untuk bercerita tanpa harus menggunakan kata-kata,” ujarnya .

Ia menjelaskan bahwa teknik juxtaposition kerap ditemukan dalam fotografi human interest karena menghadirkan perbandingan antara dua kondisi yang berbeda dalam satu waktu. Kontras tersebut dapat memperkuat pesan sosial maupun emosional yang ingin disampaikan melalui sebuah foto.

Menurut Sultan, kemampuan menemukan momen-momen kontras dalam satu bingkai tidak hanya bergantung pada keberuntungan. Seorang fotografer juga perlu melatih kepekaan visual dengan banyak mengamati lingkungan dan memahami cerita yang terjadi di sekitarnya.

Di akhir wawancara, Sultan berpesan kepada generasi muda yang tertarik menekuni fotografi agar tidak menjadikan keterbatasan peralatan sebagai penghalang untuk berkarya. “Tidak harus punya kamera mahal untuk mulai belajar fotografi. Manfaatkan saja kamera ponsel yang ada atau menyewa kamera sesuai kebutuhan, yang terpenting adalah terus berkarya tanpa harus menyulitkan diri sendiri,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....