Iwama Aikido Busenkai Surabaya Dorong Bela Diri untuk Pengembangan Diri
- 14 Jul 2026 16:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Iwama Aikido Busenkai Surabaya mengenalkan seni bela diri tradisional Jepang yang berfokus pada pengembangan diri. Komunitas ini memadukan latihan tangan kosong, senjata, kedisiplinan, fokus, serta pembentukan postur tubuh. Hal tersebut disampaikan perwakilan Iwama Aikido Busenkai Surabaya dalam program Sharity Pro 2 RRI Surabaya.
Aikido Iwama merupakan aliran aikido tradisional yang mempertahankan prinsip dasar dan teknik secara terstruktur. Latihannya mencakup teknik senjata sebelum peserta mempelajari teknik tangan kosong secara lebih mendalam.
Perwakilan komunitas, Tamrin, menjelaskan teknik senjata menjadi salah satu dasar penting dalam latihan Aikido Iwama. Peserta mempelajari pedang kayu dan tongkat untuk memahami struktur gerakan serta membangun postur tubuh.
“Teknik senjata itu adalah dasar dari Aikido Iwama sendiri,” kata Tamrin. Menurutnya, teknik tersebut kemudian menjadi dasar untuk mempelajari teknik tangan kosong dalam aikido.
Latihan biasanya dimulai dengan pemanasan sebelum memasuki tahapan teknik senjata atau bukiwaza. Setelah memahami dasar tersebut, peserta kemudian mempelajari taijutsu atau teknik bela diri menggunakan tangan kosong.
Penggunaan senjata latihan juga bertujuan membentuk kedisiplinan dan meningkatkan kehati-hatian peserta. Proses tersebut mengajarkan peserta menghormati pasangan latihan dan memahami tanggung jawab dalam setiap gerakan.
“Kalau memakai senjata, siswa akan diajarkan tentang disiplin dan tidak mudah terbawa tekanan,” ujar perwakilan komunitas. Latihan tersebut juga dinilai mampu meningkatkan fokus serta membangun kontrol terhadap gerakan tubuh.
Aikido Iwama tidak berorientasi pada pertandingan untuk menentukan pihak yang menang atau kalah. Bela diri ini lebih menekankan pengembangan kemampuan pribadi dan kesiapan menghadapi kondisi tertentu secara bijaksana.
Prinsip menghindari pertentangan juga menjadi nilai penting yang ditanamkan kepada setiap peserta latihan. Kemampuan bela diri tidak dimaksudkan untuk mencari masalah atau menunjukkan keunggulan kepada orang lain.
“Bela diri yang terbaik adalah menghindari konflik,” kata Tamrin mengutip pesan gurunya. Prinsip tersebut menjadi pedoman dalam menerapkan kemampuan bela diri pada kehidupan sehari-hari.
Selain kemampuan melindungi diri, latihan aikido memberikan manfaat bagi kesehatan dan pembentukan karakter. Peserta dilatih menjaga fokus, memperbaiki postur tubuh, serta meningkatkan kedisiplinan melalui latihan secara rutin.
Komunitas tersebut menilai kemampuan berkonsentrasi semakin penting di tengah tingginya penggunaan perangkat digital. Latihan fisik dapat menjadi pilihan kegiatan positif untuk mengalihkan perhatian dari penggunaan gawai berlebihan.
Aikido Iwama juga terbuka bagi berbagai kelompok usia dan dapat diikuti laki-laki maupun perempuan. Pendekatan latihan disesuaikan dengan kemampuan peserta, termasuk bagi mereka yang baru mengenal seni bela diri.
Dalam proses latihan, sensei memberikan arahan mengenai materi yang harus dipelajari peserta berdasarkan tingkat kemampuannya. Asisten pelatih kemudian membantu peserta pemula memahami gerakan dan memperbaiki teknik selama latihan berlangsung.
Iwama Aikido Busenkai Surabaya mulai berkembang sekitar 2020 atau ketika pandemi Covid-19 berlangsung. Perkembangannya berawal dari pengenalan Aikido Iwama melalui jaringan praktisi yang sebelumnya berkembang di Jakarta.
Komunitas kemudian mengembangkan kegiatan latihan di Surabaya dan terus mengenalkan Aikido Iwama kepada masyarakat. Saat ini, kegiatan latihan telah tersedia pada tiga lokasi di wilayah Surabaya.
Perwakilan komunitas menilai minat masyarakat terhadap aikido sebenarnya cukup tinggi. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai karakter dan prinsip Aikido Iwama dinilai masih perlu diperluas.
“Masih banyak masyarakat Surabaya yang belum teredukasi mengenai aikido,” kata Anto. Menurutnya, pengenalan melalui media dapat membantu masyarakat memahami perbedaan aikido dengan bela diri kompetitif.
Komunitas tersebut menegaskan Aikido Iwama lebih diarahkan pada proses pengembangan diri dibandingkan pencapaian kompetisi. Fokus latihan meliputi disiplin, konsentrasi, kesehatan, kepercayaan diri, serta kemampuan menghadapi tekanan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menarik masyarakat yang membutuhkan kegiatan fisik sekaligus ruang pengembangan karakter. Latihan juga dapat menjadi alternatif aktivitas positif bagi generasi muda di tengah kehidupan digital.
Iwama Aikido Busenkai Surabaya berharap semakin banyak masyarakat mengenal aikido secara lebih mendalam. Komunitas ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal latihan sebelum mengikuti kegiatan secara rutin.
Melalui Sharity, Pro 2 RRI Surabaya menghadirkan ruang bagi komunitas untuk membagikan kegiatan dan nilai positif. Kehadiran Iwama Aikido Busenkai Surabaya menunjukkan bela diri juga dapat menjadi sarana membangun karakter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....