Tak Hanya Tren, Hobi Journaling ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

  • 14 Jul 2026 17:30 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Menulis jurnal adalah metode populer di kalangan remaja untuk mengekspresikan diri dan menjaga kesehatan mental dengan menguraikan emosi.
  • Duta Kesehatan Mental Lia Juniar melakukan journaling sebelum tidur setelah salat isya sebagai momen refleksi, menuangkan pikiran yang tidak bisa diungkapkan ke orang lain, dan mengevaluasi kesehariannya.
  • Penelitian psikologi merekomendasikan journaling karena mampu mengatur emosi, mengurangi kecemasan, membantu menghadapi masalah masa lalu, dan membebaskan ruang mental dari kekhawatiran.

RRI.CO.ID, Palembang - Kegiatan menulis jurnal (journaling) adalah salah satu cara menguraikan emosi dalam menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini juga menjadi salah satu metode yang populer di kalangan remaja dalam mengekspresikan diri.

Salah satunya adalah Duta Kesehatan Mental dan Santriwati Pesantren Aulia Cendekia Palembang, Lia Juniar. Ia hadir sebagai narasumber dalam acara Sore Ceria Pro 2 RRI Palembang, Kamis, 9 Juli 2026.

“Aku biasanya menulis jurnal sebelum tidur, setelah salat isya,” ucapnya. Waktu tersebut ia anggap sebagai momen refleksi dan istirahat yang paling membantu dalam menulis jurnal.

Lia mengatakan, ia memilih kegiatan menulis jurnal untuk menuangkan pikiran yang tidak dapat ia ungkapkan ke orang lain. Menurutnya, jurnal yang ia tulis membantunya menenangkan diri dan mengevaluasi kesehariannya di akhir hari.

Menanggapi tren anak muda saat ini, Lia menyebut ia turut menghias jurnalnya agar lebih menari. “Biasanya aku campur estetikanya juga biar lebih menarik gitu,” tuturnya.

Baca juga: Mengenal The Bell Jar, Novel yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

Sementara itu, metode menulis jurnal telah menjadi rekomendasi pakar psikologi. Melansir dari laman helpguide.org, menulis jurnal memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan mental.

Menulis jurnal juga dapat membantu mengatur emosi dan menjadi lebih sadar akan berbagai keadaan emosi. Hal ini dapat mengurangi perasaan sensitif terhadap pikiran yang mengganggu dan perasaan cemas.

Kegiatan ini memberikan ruang seseorang menghadapi masalah masa lalu, khususnya kejadian traumatik. Menuangkan pikiran ke atas kertas memiliki potensi membantu seseorang melepaskan kekhawatiran dan membebaskan ruang mental.

Meskipun begitu, menulis jurnal hanya merupakan salah satu metode regulasi diri. Kondisi tertentu tetap membutuhkan sesi terapi atau konsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk penanganan yang lebih tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....