HNNOH-Lab Jadi Ruang Kolaborasi Seniman Pontianak

  • 15 Apr 2026 14:30 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Balaan Tumaan menggelar kegiatan HNNOH-Lab di Port 99 Pontianak sebagai ruang laboratorium kreatif yang mempertemukan seniman, khususnya pembuat instrumen musik. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi sekaligus pengembangan karya seni di Pontianak.

Perwakilan Balaan Tumaan, Nur Salim Yadi, mengatakan HNNOH-Lab dirancang untuk mempertemukan seniman dalam memahami hubungan antara instrumen musik dengan kehidupan sosial dan lingkungan. Melalui forum ini, para peserta diajak mengeksplorasi peran alat musik dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“HNNOH-Lab itu adalah laboratorium untuk mempertemukan seniman, terutama pembuat instrumen atau musisi,” ujarnya, Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada diskusi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi seniman untuk mengembangkan perspektif baru dalam berkarya. Selain itu, interaksi antar seniman diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas bidang seni.

Kegiatan ini juga melibatkan kerja sama dengan Manajemen Talenta Nasional sebagai bagian dari upaya menjaring dan mengembangkan talenta seni di Indonesia. Kolaborasi ini dinilai mampu membuka akses yang lebih luas bagi seniman lokal untuk terhubung dengan berbagai jejaring.

“Harapannya kemitraan ini bisa memberikan akses bagi teman-teman seniman untuk terhubung, terutama dengan jejaring Balaan Tumaan,” katanya.

Menurutnya, Balaan Tumaan memiliki jaringan yang cukup luas hingga ke tingkat internasional. Hal ini membuka peluang bagi seniman di Pontianak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni, termasuk festival dan residensi di luar negeri.

Ia menambahkan, HNNOH-Lab ke depan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga berkembang sebagai laboratorium penciptaan karya seni. Karya yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke berbagai panggung pertunjukan maupun program seni lainnya.

“Selanjutnya itu adalah laboratorium untuk bikin karya, yang kemudian bisa disalurkan ke pertunjukan lain, festival, atau residensi di luar negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai Pontianak memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem seni, terutama karena letak geografisnya yang strategis. Kedekatan dengan negara tetangga seperti Malaysia menjadi peluang untuk memperluas jejaring internasional.

“Pontianak itu spesial karena kita punya keuntungan geografis, terhubung dengan jejaring internasional dalam satu pulau,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ekosistem seni di Pontianak semakin berkembang dan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam memperkuat posisi seniman lokal di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....