Pesona Hitam Legam Ayam Cemani, Jadi Primadona Hobi di Pasar Surabaya
- 25 Feb 2026 14:52 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID , Surabaya, Suasana di sudut salah satu lapak di Pasar Burung Bratang Surabaya ramai oleh obrolan para penghobi ayam hias. Di tengah deretan sangkar berbagai unggas, tampak beberapa ekor ayam dengan bulu hitam legam yang mencuri perhatian. Unggas itu adalah ayam cemani, salah satu jenis ayam hias khas Indonesia yang dikenal unik karena warna hitamnya yang menyeluruh — mulai dari bulu, paruh, hingga bagian dalam tubuhnya.
Bagi para kolektor dan penghobi hewan hias di Surabaya, ayam cemani bukan sekadar ayam biasa. “Orang datang bukan hanya melihat, tapi juga ingin tahu cerita di balik ayam yang satu ini,” ujar Cak Dji , salah satu penjual ayam hias yang sudah bertahun-tahun berdagang di Pasar Bratang.
Menurutnya, ayam cemani semakin menarik minat karena tampilannya yang eksotis dan kisahnya yang kaya makna. Warna hitam total ayam ini membuat banyak pembeli tertarik sekaligus penasaran — hal yang membuatnya kerap jadi perbincangan pengunjung pasar setiap pekan.
Dalam pengamatan Cak Dji , hobi memelihara ayam cemani berkembang di berbagai kalangan, tak hanya peternak lama tetapi juga generasi muda. Mereka datang ke pasar bukan sekadar membeli, tetapi juga berkonsultasi tentang cara merawat ayam cemani agar tetap sehat dan tampil maksimal. “Bagaimana kandangnya, pakan yang cocok, sampai tips merawat bulu dan kesehatan ayam itu yang sering ditanya,” kata Cak Dji sambil menunjuk beberapa kandang kecil berisi ayam-ayam cemani dewasa.
Pengunjung tak jarang datang dari luar kota khusus untuk melihat langsung ayam hias yang satu ini. Ayam cemani sendiri memiliki daya tarik lebih dari sekadar estetika. Keunikan warna hitamnya hasil dari pigmen genetik yang kuat membuat ayam ini sering disebut sebagai ayam istimewa dibandingkan ayam pada umumnya. Banyak penghobi melihat ayam cemani sebagai simbol keindahan dan kebanggaan tersendiri ketika berhasil merawatnya dengan baik.
Menurut Cak Dji , memelihara ayam cemani bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif. “Ini bukan hanya soal punya ayam yang jarang dan unik, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab merawat hewan hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hobi ini mampu mempererat komunitas penghobi ayam hias di Surabaya, yang sering saling bertukar informasi dan pengalaman. Dengan pesonanya yang berbeda dari ayam kampung biasa, ayam cemani terus menarik perhatian penghobi hewan hias di pasar tradisional Surabaya. Baginya, hobi ini bukan sekadar tren, tetapi menciptakan hubungan personal antara pemilik dan hewan peliharaannya mulai dari proses membeli, merawat, hingga menikmati setiap perkembangan yang terjadi setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....