RunSight, Kacamata AI Karya Anak Bangsa Jadi SFT Global Ambassador

  • 17 Feb 2026 17:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini semakin mengubah cara manusia berkomunikasi, berkarya, dan menyelesaikan berbagai tantangan kehidupan. Bagi Samsung Electronics Indonesia, AI bukan sekadar teknologi, melainkan pendamping yang bekerja secara alami untuk membantu manusia dalam keseharian.

President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, dalam keterangan resminya, Selasa 17 Februari 2026, berharap AI mampu menghadirkan pengalaman digital yang konsisten, responsif, dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, Ia menyelaraskan teknologi AI dengan kebutuhan dan cara penggunaan yang beragam.

"Kami percaya setiap terobosan AI harus memiliki tujuan agar kehidupan menjadi lebih baik, lebih kaya, dan lebih bermanfaat. Pendekatan inilah yang kami pegang dalam menghadirkan teknologi yang dapat digunakan secara luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut dia, komitmen tersebut tercermin dalam program Samsung Solve for Tomorrow (SFT), yang membuka ruang bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi dari permasalahan nyata di sekitar mereka. Program ini tidak hanya mendorong kreativitas, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan digital dan pemanfaatan AI secara aplikatif.

Ia menjelaskan, salah satu inovasi lahir dari program ini adalah RunSight, kacamata pintar berbasis AI yang dikembangkan Tim Labmino dari Universitas Indonesia. RunSight menjadi pemenang Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025 berkat gagasannya yang inklusif dan berdampak sosial.

Berangkat dari empati terhadap pelari dengan keterbatasan penglihatan, kata dia, RunSight dirancang untuk memberikan panduan suara secara real-time. Teknologi ini membantu pengguna berlari dengan lebih aman dan percaya diri. Sekaligus membuka akses lebih luas bagi penyandang disabilitas dalam dunia olahraga.

Harry Lee menilai solusi tersebut sebagai contoh nyata bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara tepat guna untuk menjawab kebutuhan komunitas yang selama ini kurang terlayani oleh inovasi teknologi. Prestasi RunSight tak berhenti di tingkat nasional.

Pihaknya mengemukakan, setelah melewati seleksi regional dan global, Tim Labmino terpilih sebagai salah satu dari sepuluh tim terbaik dunia dan menyandang predikat SFT Global Ambassador. Pencapaian ini membawa inovasi karya anak bangsa ke panggung internasional.

Harry Lee menyatakan kebanggaannya atas capaian tersebut. Keberhasilan Tim Labmino menjadi bukti bahwa inovasi yang berangkat dari konteks lokal dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna mampu mendapat pengakuan global.

“Samsung Solve for Tomorrow berada di titik pertemuan antara teknologi, empati, dan masa depan generasi muda. Perjalanan Tim Labmino menginspirasi kita bahwa ide yang lahir dari pengalaman sehari-hari dan kebutuhan yang kerap terabaikan bisa berdampak nyata. Dari Indonesia, untuk dunia,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....