Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Halftime Show

  • 20 Jul 2026 06:57 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Piala Dunia FIFA 2026 mencatat sejarah baru dengan menghadirkan konser halftime show untuk pertama kalinya dalam partai final. Selama hampir satu abad penyelenggaraan, jeda pertandingan identik dengan momen evaluasi taktik bagi tim. Namun, pada edisi 2026, FIFA mengubah konsep tersebut menjadi panggung hiburan kelas dunia yang menyatukan olahraga dan industri musik global (FIFA, 2026).

Halftime show ini digelar di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli 2026 waktu setempat, yang jika dikonversi ke waktu Indonesia (WITA) menjadi tanggal 20 Juli 2026 dini hari. Pertunjukan ini berlangsung bertepatan dengan laga final yang mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia. Acara tersebut dikurasi oleh Chris Martin dari Coldplay dan menghadirkan deretan artis papan atas seperti Madonna, Shakira, BTS, hingga Justin Bieber. Selain itu, penampilan kolaboratif dengan musisi lain seperti Burna Boy dan paduan suara anak-anak turut menambah kemegahan acara (AP News, 2026).

Konsep halftime show Piala Dunia 2026 terinspirasi dari Super Bowl di Amerika Serikat yang dikenal sebagai ajang olahraga sekaligus hiburan spektakuler. FIFA melihat potensi besar untuk memperluas daya tarik turnamen kepada audiens global, khususnya generasi muda. Bahkan, pertunjukan ini juga membawa misi sosial melalui kampanye Global Citizen Education Fund yang bertujuan mendukung pendidikan dan akses olahraga bagi anak-anak di seluruh dunia (Global Citizen, 2026).

Kehadiran halftime show ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menandai perubahan budaya dalam dunia sepak bola. Piala Dunia kini tidak hanya tentang pertandingan di lapangan, tetapi juga pengalaman menyeluruh yang menggabungkan sportainment. Meski sempat menuai perdebatan terkait durasi jeda pertandingan, inovasi ini dinilai sebagai langkah strategis FIFA untuk menjaga relevansi sepak bola di tengah persaingan industri hiburan global (The Guardian, 2026).

Dengan suksesnya penyelenggaraan perdana ini, halftime show berpotensi menjadi tradisi baru di Piala Dunia mendatang. Jika terus dikembangkan, konsep ini dapat memperkuat posisi Piala Dunia sebagai ajang olahraga terbesar sekaligus panggung hiburan paling bergengsi di dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....