The Monophones Kembali Berkarya, Rilis Single "Yang Hilang dan Kembali"

  • 19 Jul 2026 11:44 WIB
  •  Yogyakarta
Poin Utama
  • The Monophones, grup musik asal Yogyakarta, meluncurkan single terbaru 'Yang Hilang dan Kembali' pada 10 Juli 2026 setelah vakum selama 17 tahun.
  • Kehadiran karya terbaru ini menandai kembalinya perjalanan musikal The Monophones dan membuka babak baru setelah dikenal melalui skena musik independen Indonesia di pertengahan 2000-an.
  • Secara musikal, "Yang Hilang dan Kembali" tetap mempertahankan identitas The Monophones dengan memadukan berbagai unsur, mulai dari psychedelic rock, jazz, hingga sentuhan musik Indonesia era 1970–1980-an.

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Setelah vakum selama dua dekade, grup musik asal Yogyakarta, The Monophones, kembali meramaikan industri musik Indonesia dengan merilis single terbaru berjudul "Yang Hilang dan Kembali". Lagu tersebut resmi diluncurkan pada 10 Juli 2026 dan telah tersedia di berbagai platform musik digital, seperti Spotify, Joox, Apple Music, dan YouTube.

Karya terbaru ini menjadi penanda kembalinya perjalanan musikal The Monophones setelah sekitar 17 tahun tidak merilis karya baru. Kehadiran single tersebut sekaligus membuka babak baru bagi band yang sempat dikenal melalui sejumlah karya di skena musik independen Indonesia pada pertengahan 2000-an.

The Monophones berdiri di Yogyakarta sekitar tahun 2002 sebagai proyek sampingan Bayu Prabowo dan Wahyu "Acum" Nugroho, yang juga merupakan personel Bangku Taman. Dalam perjalanannya, Bayu kemudian melanjutkan proyek tersebut bersama Alexandria Deni pada vokal, Fajar Dewa di kibor, serta Topan Darudrio sebagai drummer.

Momentum kebangkitan The Monophones dimulai pada awal 2025 saat Bayu Prabowo kembali menghidupkan band tersebut sebagai penulis lagu, arranger, sekaligus pemain double bass. Dalam proses kreatif single "Yang Hilang dan Kembali", ia menggandeng konduktor dan arranger Adi Wijaya serta penyanyi jazz Marcella Dee, finalis X Factor Indonesia, sebagai pengisi vokal.

Proses produksi juga melibatkan sejumlah musisi Yogyakarta, di antaranya Andar Prabowo pada drum, Yoki Nur Hidayat yang memainkan flute, serta kelompok string quartet dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menghadirkan warna musikal baru tanpa menghilangkan karakter khas yang selama ini melekat pada The Monophones.

Secara musikal, "Yang Hilang dan Kembali" tetap mempertahankan identitas The Monophones dengan memadukan berbagai unsur, mulai dari psychedelic rock, jazz, musik klasik, baroque, baroque pop, hingga sentuhan musik Indonesia era 1970–1980-an. Melalui perilisan "Yang Hilang dan Kembali", The Monophones berharap dapat kembali berkontribusi dalam perkembangan musik Indonesia.

Sekaligus menghadirkan alternatif warna musik yang berbeda bagi para pendengar. The Monophones juga mengungkapkan bahwa satu lagu lain yang direkam pada sesi yang sama telah dipersiapkan dan akan dirilis dalam waktu mendatang. (Vina Mufiana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....