Bahaya Overstimulasi pada Anak
- 16 Jul 2026 17:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sekarang banyak anak yang menghabiskan waktu dengan menonton kartun di televisi, ponsel, atau tablet. Meski terlihat biasa, orang tua tetap perlu memilih tontonan yang sesuai agar anak tidak mendapat terlalu banyak stimulasi dalam waktu yang singkat.
Belakangan, istilah overstimulasi mulai sering dibahas. Kondisi ini bisa terjadi ketika anak terus melihat gambar yang berganti dengan cepat, suara yang ramai, dan warna yang mencolok dalam satu tayangan.
Akibatnya, ada anak yang menjadi lebih sulit tenang setelah selesai menonton. Ada juga yang lebih mudah terdistraksi, kurang tertarik bermain tanpa ponsel, atau langsung ingin kembali melihat layar karena merasa tayangan tersebut lebih menarik.
Karena itu, yang perlu diperhatikan orang tua bukan hanya berapa lama anak menonton. Jenis tayangan yang diberikan juga perlu dipilih dengan cermat karena dapat memengaruhi cara anak bereaksi, belajar, dan berinteraksi setelah selesai menonton.
Tidak semua kartun memiliki tempo yang sama. Orang tua bisa memilih tayangan dengan cerita yang lebih pelan dan gambar yang tidak terlalu cepat berganti, seperti Bluey, Nussa, atau Puffin Rock.
Selain memilih tontonan, waktu menonton juga perlu dibatasi. Setelah itu, anak bisa diajak bermain, menggambar, membaca buku, atau melakukan kegiatan lain di luar layar.
Kartun tetap bisa menjadi hiburan bagi anak jika dipilih dengan baik. Yang perlu diperhatikan bukan hanya isi ceritanya, tetapi juga bagaimana tayangan itu disajikan dan berapa lama anak menontonnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....