LORRA Angkat Makna Usaha dan Penerimaan lewat Single Baru "Don't Mad at Me"

  • 16 Jul 2026 10:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Band alternatif asal Surabaya, LORRA, bersiap merilis single terbaru bertajuk "Don't Mad at Me" pada 13 Juli 2026. Lewat lagu ini, LORRA mengajak pendengar untuk melihat hubungan dari sudut pandang yang lebih dewasa, bahwa cinta bukan hanya soal perjuangan, tetapi juga tentang belajar menerima kenyataan, mengevaluasi diri, dan memberikan ruang untuk bertumbuh setelah mengalami kegagalan.

Di kutip dari pernyataan resmi nya, Makna single tersebut bahkan telah diperkenalkan sejak bagian pembuka lagu. Pada intro, LORRA menyisipkan kalimat "every mistake teaches a lesson, no burden is beyond our strength", yang terinspirasi dari potongan ayat dalam dua kitab suci. Kalimat tersebut menjadi fondasi utama lagu, sekaligus menegaskan bahwa setiap kesalahan selalu menyimpan pelajaran, dan setiap beban dapat dihadapi selama seseorang bersedia memperbaiki diri.

Secara lirik, "Don't Mad at Me" mengisahkan kesungguhan seorang lelaki yang berusaha mencintai pasangannya dengan sepenuh hati, meski menyadari dirinya memiliki banyak keterbatasan. Pesan tersebut tergambar melalui penggalan lirik, "Don't mad at me, I cannot cook for you, but I can love you. Don't mad at me, I cannot take you to a fancy place to dine,"yang menunjukkan bahwa bentuk perhatian tidak selalu hadir dalam kemewahan, melainkan melalui usaha sederhana yang lahir dari ketulusan. LORRA ingin menyampaikan bahwa sekecil apa pun bentuk pengorbanan dalam sebuah hubungan, tetap layak dihargai oleh kedua belah pihak.

Namun, lagu ini tidak berhenti pada romantisme perjuangan semata. LORRA membangun alur cerita yang berkembang dari fase penuh usaha menuju fase penerimaan. Pada verse pertama, lagu menggambarkan seseorang yang rela memberikan seluruh tenaga dan perasaannya demi mempertahankan hubungan. Memasuki verse kedua, cerita mulai bergeser ke arah kesadaran bahwa sebuah hubungan tidak bisa dipertahankan oleh satu orang saja. Di sinilah muncul lirik "hopefully I think about me, someday. All the quiet things I've never said," sebagai simbol pentingnya menyelamatkan diri sendiri ketika usaha yang diberikan tidak lagi berjalan seimbang.

Pesan tersebut menjadi benang merah yang memperlihatkan kedewasaan LORRA dalam menulis lirik. "Don't Mad at Me" tidak mengajak pendengar untuk menyerah ketika hubungan menghadapi masalah, melainkan mengingatkan bahwa cinta juga membutuhkan ruang untuk refleksi. Terkadang, bentuk kasih sayang terbaik bukan sekadar bertahan, tetapi juga memahami kapan harus berhenti menyakiti diri sendiri, sembari tetap menghargai setiap usaha yang pernah diberikan pasangan.

Menjelang akhir lagu, LORRA menghadirkan konklusi yang terasa hangat sekaligus penuh harapan. Kedua belah pihak digambarkan sama-sama belajar dari kesalahan, memperbaiki diri, dan mencoba memahami sudut pandang satu sama lain. Harapan tersebut dituangkan melalui repetisi lirik "someday; someday with you" yang kemudian ditutup dengan "in another dream, in another life," menghadirkan ruang interpretasi tentang kesempatan kedua, baik di kehidupan saat ini maupun dalam harapan yang mungkin tak pernah benar-benar terwujud.

Dalam proses kreatifnya, ide awal "Don't Mad at Me" ditulis oleh Riki Pradata, sebelum kemudian disempurnakan bersama Yosan L.C. Aponno, Yordan Elson, dan Adha Buyung. Lagu ini kembali diproduseri oleh Dwi Pramono, yang juga menangani proses mixing dan mastering. Sebelum perilisan resminya pada 13 Juli 2026, LORRA lebih dulu menggelar Hearing Session on Bus pada 11 Juli 2026 dengan berkeliling Kota Surabaya. Kegiatan tersebut menghadirkan sesi mendengarkan perdana "Don't Mad at Me", konferensi pers bersama media lokal di dalam bus, serta penampilan live beberapa lagu mereka seperti "No Sense" dan "Fresh", menjadikan perilisan single ini sebagai pengalaman yang lebih dekat dengan para pendengar sekaligus menandai babak baru perjalanan musikal LORRA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....