Buah Lebih Manis saat Kemarau
- 14 Jul 2026 20:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Musim kemarau sering dikaitkan dengan rasa buah yang lebih manis dibandingkan musim hujan. Fenomena ini bukan sekadar anggapan, melainkan berkaitan dengan proses ilmiah pada tanaman.
Secara biologis, buah terbentuk dari hasil fotosintesis yang menghasilkan gula sebagai cadangan energi. Ketika kondisi lingkungan mendukung, produksi gula dalam buah akan meningkat dan memengaruhi rasa.
| Baca juga: Tanaman Cocok untuk Daerah Tropis |
Salah satu faktor utama adalah intensitas cahaya matahari yang lebih tinggi saat kemarau. Cahaya yang cukup membuat proses fotosintesis berjalan lebih optimal sehingga gula yang dihasilkan tanaman semakin banyak.
Selain itu, ketersediaan air yang lebih rendah juga berperan penting dalam meningkatkan rasa manis. Kondisi kekurangan air sedang dapat mendorong tanaman mengalirkan lebih banyak gula ke buah dan meningkatkan kandungan padatan terlarut.
Dikutip dari laman ScienceDirect pada Selasa, 14 Juli 2026, kondisi lingkungan seperti suhu dan ketersediaan air dapat memengaruhi keseimbangan gula dan asam dalam buah. Perubahan ini berperan dalam menentukan kualitas rasa, termasuk tingkat kemanisan buah.
Tidak hanya itu, kadar air dalam buah saat musim kemarau cenderung lebih rendah dibandingkan musim hujan. Hal ini menyebabkan konsentrasi gula menjadi lebih pekat sehingga rasa buah terasa lebih manis meskipun jumlah gula tidak selalu meningkat drastis.
Dengan demikian, kombinasi antara sinar matahari tinggi, keterbatasan air, dan respons fisiologis tanaman menjadi kunci utama meningkatnya rasa manis pada buah saat kemarau. Pemahaman ini juga dimanfaatkan dalam praktik pertanian untuk menghasilkan buah dengan kualitas rasa yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....