Lirik Lagu Mister Mendem dan Terjemahannya

  • 28 Jun 2026 05:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Lagu berjudul 'Mister Mendem' kembali dibawakan oleh Ajeng Febria bersama Agil Nofian dalam format live music. Lagu ini diciptakan oleh maestro campursari asal Banyuwangi, Cak Diqin, yang dikenal sebagai pencipta karya-karya populer bernuansa tradisional Jawa.

Video musik 'Mister Mendem' tayang perdana di kanal YouTube Dangdut Everywhere pada 18 Juni 2026. Hingga Sabtu, 27 Juni 2026, video ini telah ditonton sebanyak 405.923 kali dan berhasil masuk trending #23 musik. Popularitasnya menunjukkan antusiasme penonton terhadap karya dangdut campursari yang dikemas modern.

Secara arti terjemah, lirik 'Mister Mendem' mengisahkan tentang bahaya minuman keras yang dapat merusak kehidupan. Pesan moral yang terkandung adalah ajakan untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan kembali kepada keluarga serta kehidupan yang lebih sehat.

Lirik paling sesuai dengan judul 'Mister Mendem' adalah bagian yang menegaskan bahwa mabuk hanya membawa kerusakan. Ungkapan ini menjadi inti pesan yang kuat, sejalan dengan judul lagu yang berarti "orang mabuk".

Informasi lain menyebutkan bahwa lagu 'Mister Mendem' merupakan karya original Cak Diqin yang pertama kali dirilis pada 1 Januari 1999 dalam album kompilasi. Versi terbaru yang dibawakan Ajeng Febria dan Agil Nofian menjadi bentuk apresiasi sekaligus pelestarian musik campursari.

Berikut lirik dan terjemah bahasa indonesia Mister Mendem - Ajeng Febria ft. Agil Nofian

Aku wis kandha, ciyu marakke cilaka

(Aku sudah bilang, minuman keras membawa celaka)

Aku wis matur, menjen ning omongan nglantur

(Aku sudah bicara, hanya membuat omongan ngawur)

Wis tak aturi, yen vodka marakke lali

(Sudah kuingatkan, vodka membuat lupa)

Banjur ngunjuk bir, sampeyan dadine kenthir

(Lalu minum bir, kamu jadi gila)

Ora tak gagas, penting sesuk tuku beras

(Tidak kuhiraukan, yang penting besok beli beras)

Ora tak anggep, penting anak bojo wareg

(Tidak kuanggap, yang penting anak istri kenyang)

Aja muna-muni, nuturi kaya kyai

(Jangan banyak bicara, menasihati seperti kyai)

Ditokke wae, yen klenger wis ndlosor dhewe

(Biarkan saja, kalau mabuk pasti jatuh sendiri)

Ra kena tak kandhani, yen ngono aku ra sudi

(Tidak bisa kuingatkan, kalau begitu aku tidak mau)

Lilakna aku bali, wong tuwaku kuat ngingoni

(Biarkan aku pulang, orang tuaku mampu menafkahi)

Aja cekak atimu, wis tak cukupke lelakonku

(Jangan kecil hati, sudah cukup pengalaman hidupku)

Pancene bener kandhamu, merga mendem ngrusak awakku

(Memang benar katamu, karena mabuk merusak tubuhku)

Yen wis mari, kanca-kanca dipamiti

(Jika sudah sembuh, teman-teman ku pamiti)

Sukur wae, mendem dha ditinggalake

(Syukurlah, mabuk sudah ditinggalkan)

Selamat tinggal, kancaku lerena ndhugal

(Selamat tinggal, temanku yang berhenti nakal)

Dongakna kuat, mendemku wis ora kumat

(Doakan kuat, mabukku tidak kambuh lagi)

(Roy Nur Rohim - Penyiar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....