Lirik Lagu JATHIL - KAJAWI Ft. DJALESTA Terjemahan

  • 27 Jun 2026 11:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Lagu berjudul 'Jathil' dibawakan oleh KAJAWI bersama DJALESTA dalam mini album 'Permanaraga'. Lirik lagu ini diciptakan oleh Andry Deblenk dengan aransemen bersama Yusuf Mahardian, sementara vokal diisi oleh Anindya Fitriana dan beberapa rapper seperti Bagus Yugho, Wisnu Mamen, Heru, serta Muhaeim.

Video musik 'Jathil' dipublikasikan di kanal YouTube Kajawi Official pada Jumat, 27 Juni 2026. Hingga artikel ini dibuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 43.358 kali . Kolaborasi ini menjadi salah satu karya terbaru yang memperlihatkan semangat pelestarian budaya Jawa.

Secara arti terjemah, lirik 'Jathil' menggambarkan kesenian jathilan sebagai bagian penting dari tradisi Reyog Ponorogo. Lagu ini menekankan nilai budaya, sejarah, dan mitologi yang terkandung dalam tarian jathil. Pesan utamanya adalah menjaga warisan budaya agar tetap hidup di era modern.

Potongan lirik "Jathile Reyog Ponorogo, kudu goyang timbangane gela" menjadi arti inti pesan yang sesuai dengan judul. Kalimat ini menegaskan bahwa tarian jathil harus tetap dijaga dan dilestarikan sebagai simbol budaya Ponorogo.

Selain itu, lagu ini hadir dengan genre hip hop Jawa yang unik. Perpaduan musik tradisional dengan rap modern membuat 'Jathil' terasa segar dan berbeda. Visual animasi dari DJALESTA juga menambah daya tarik video musik ini.

Berikut lirik dan arti terjemah bahasa indonesia Jathil - KAJAWI Ft. DJALESTA

Hokya,,,

(Hokya,,,)

Jathile Reyog Ponorogo

(Jathil dalam Reyog Ponorogo)

Kudu goyang timbangane gela

(Harus bergoyang agar tidak kecewa)

Tariane gemulai eblek udeng aja lali

(Tariannya gemulai, jangan lupa ikat kepala eblek)

Edrekane yu wis dienteni

(Gerakannya sudah ditunggu)

Jan jathile katon ayu pasuryane

(Jathil terlihat cantik wajahnya)

Lincah apik tariane

(Tariannya lincah dan indah)

Yen ra ngono dadi ngene

(Jika tidak begitu jadinya begini)

Jaran kepang karan eblek

(Kuda kepang disebut eblek)

Ditunggangi nganti tuwek

(Ditunggangi hingga tua)

Penggemare tambah melek

(Penggemarnya semakin sadar)

Edrekane kudu enek

(Gerakannya harus ada)

Penarine mesam mesem

(Penarinya tersenyum)

Yen mrengut mesti digunem

(Jika cemberut pasti dibicarakan)

Tetep aja lali pakem

(Tetap jangan lupa aturan)

Timbang rusak dadi cangkem

(Daripada rusak jadi omongan)

Eblek nganggo anyaman

(Eblek dibuat dari anyaman)

Dicoreki gawe tangan

(Dihias dengan tangan)

Yen ra ana dadi gela

(Jika tidak ada jadi kecewa)

Kudu apik aja sembrana

(Harus bagus jangan asal)

Jathi e Reyog Ponorogo

(Jathil dalam Reyog Ponorogo)

Kudu goyang timbang gela

(Harus bergoyang agar tidak kecewa)

Tariane gemulai eblek udeng aja lali

(Tariannya gemulai, jangan lupa ikat kepala eblek)

Edrekane yu wis dienteni

(Gerakannya sudah ditunggu)

Kanggo para warga saiki

(Untuk para warga sekarang)

Kudu tansah nguri nguri

(Harus selalu melestarikan)

Kapan maneh diawiti

(Kapan lagi dimulai)

Yen ora dino iki

(Jika bukan hari ini)

Kanggo pemuda lan pemudi

(Untuk pemuda dan pemudi)

Ing jaman modern iki

(Di zaman modern ini)

Budayamu aja lali

(Budayamu jangan dilupakan)

Aja nganti lali

(Jangan sampai lupa)

Jathilan kuwi prajurit

(Jathilan itu prajurit)

Nggo saserahan Songgolangit

(Untuk persembahan Songgolangit)

Nalika Prabu Kelana

(Saat Prabu Kelana)

Nandang ke taman asmara

(Mengalami taman asmara)

Slompret ngundang para warga

(Slompret mengundang warga)

Jathil jejer dadi tanda

(Jathil berjejer jadi tanda)

Penontone pada teka

(Penonton pun datang)

Aja marai kuciwa

(Jangan membuat kecewa)

Ana maneh sejarahe

(Ada lagi sejarahnya)

Jathil dadi sanepane

(Jathil jadi simbolnya)

Suryangalam penciptane

(Suryangalam penciptanya)

Kanggo ngritik pejabate

(Untuk mengkritik pejabatnya)

Mula aja nyepelekne

(Maka jangan diremehkan)

Seni ana faedahe

(Seni ada manfaatnya)

Ora mung ngono-ngene

(Tidak hanya begitu saja)

Mesti ana tujuane

(Pasti ada tujuannya)

Jathile Reyog Ponorogo

(Jathil dalam Reyog Ponorogo)

Kudu goyang timbang gela

(Harus bergoyang agar tidak kecewa)

Tariane gemulai eblek udheng aja lali

(Tariannya gemulai, jangan lupa ikat kepala eblek)

Edrekane yu wis dienteni

(Gerakannya sudah ditunggu)

Jathile Reyog Ponorogo

(Jathil dalam Reyog Ponorogo)

Kudu goyang timbang gela

(Harus bergoyang agar tidak kecewa)

Tariane gemulai eblek udeng aja lali

(Tariannya gemulai, jangan lupa ikat kepala eblek)

Edrekane yu wis dienteni

(Gerakannya sudah ditunggu)

(Roy Nur Rohim - Penyiar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....