Hollywood Peringatkan Bahaya Pemangkasan Dana Pengembangan Film

  • 31 Mei 2026 20:09 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Kepala Warner Bros. Pictures, Michael De Luca, memberikan peringatan keras kepada industri perfilman Hollywood: memotong anggaran pengembangan film orisinal terlalu dalam sama saja dengan menggali kubur untuk masa depan studio itu sendiri.

"Jika pemotongan terlalu dalam, jalur produksi akan mengering dan jumlah film yang dihasilkan tidak akan cukup," kata De Luca dalam sesi tanya jawab di konferensi Produced By yang diselenggarakan oleh Producers Guild of America, Sabtu lalu.

De Luca menegaskan bahwa pencarian talenta baru dan suara-suara segar adalah "bintang utara" yang harus selalu menjadi kompas setiap studio. Menurutnya, ketika studio hanya mengandalkan formula yang sudah terbukti sukses, inovasi perlahan mati dari dalam organisasi tersebut.

Ia mencontohkan dinamika serupa yang pernah terjadi di era 1980-an, ketika booming kaset VHS memunculkan gelombang perusahaan film independen seperti New Line Cinema, Cannon Pictures, dan Vestron. Fenomena itu, kata De Luca, mirip dengan apa yang terjadi saat ini — ketika para sineas yang dibesarkan oleh YouTube mulai mengguncang box office.

Dua film horor berbujet rendah menjadi bukti nyata: Obsession dari Focus Features dan Backrooms dari A24 sedang meledak di bioskop. Sutradara Backrooms, Kane Parsons, menghabiskan lima tahun menggarap proyeknya secara online sebelum akhirnya menjadi film layar lebar — sebuah model baru di mana pembuat film membangun hubungan langsung dan mendalam dengan penonton mereka jauh sebelum film dirilis.

"Mereka menempa keahlian secara daring. Para pelanggan channel mereka ikut memberi masukan di setiap tahap. Saat filmnya tayang, mereka sudah punya miliaran sesi uji tayang," ujar De Luca.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap kali studio besar enggan mengambil risiko dan hanya mengejar sekuel serta adaptasi waralaba, peluang itu langsung direbut oleh pemain baru. "Setiap kali mereka takut mengambil risiko, muncullah Lionsgate, Summit, A24, Neon, MRC — daftarnya terus bertambah. Semua itu tidak perlu terjadi jika studio besar melakukan pekerjaan mereka dengan benar," tegasnya.

De Luca juga berbagi pandangan bahwa konsep "IP" (kekayaan intelektual) selama ini dipahami keliru oleh industri. Baginya, IP sejati bukan karakter atau franchise yang sudah ada, melainkan talenta manusia yang menciptakannya.

"Saya rasa IP itu adalah talentanya. Bukan Batman yang merupakan IP — melainkan para seniman dan penulis selama beberapa dekade yang menciptakan komik itu," katanya.

De Luca juga mengungkap dampak nyata dari strategi yang salah: ketika Warner Bros. di masa lalu memutuskan untuk tidak lagi berinvestasi pada materi baru dan mengalihkan fokus ke platform streaming, studio itu kehilangan sutradara paling dihormati di generasinya.

"Kebijakan itu membuat studio kehilangan Chris Nolan," ujarnya, merujuk pada Christopher Nolan yang kini bermitra dengan Universal untuk dua film terakhirnya. "Lingkungan ini sangat kompetitif. Sineas seperti itu sangat langka. Kita tidak bisa melewatkan kesempatan itu begitu saja."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....