Indonesia Tampil di Cannes 2026, Menbud Fadli: Ekosistem Film Kian Menguat
- 16 Mei 2026 10:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kehadiran Indonesia di Festival Film Cannes 2026 membuktikan perfilman nasional semakin berkembang dan kompetitif di tingkat internasional.
- Pemerintah memperkuat ekosistem perfilman melalui program Manajemen Talenta Nasional, promosi internasional, pengembangan jejaring industri, dan peningkatan kapasitas sineas muda.
- Indonesia mengirimkan empat film pendek ke Festival Film Cannes 2026, termasuk keterlibatan Minikino Film Week dalam program Cinéma de Demain untuk membuka peluang talenta nasional tampil di industri film dunia.
RRI.CO.ID, Cannes - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebut kehadiran Indonesia di Festival Film Cannes 2026 menjadi bukti perkembangan perfilman Tanah Air. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan ekosistem film Indonesia semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat internasional.
"Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung penguatan ekosistem perfilman Indonesia. Agar semakin kompetitif, inklusif, dan mampu menjadi bagian penting dari percaturan perfilman dunia," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret yang terus diperkuat pemerintah adalah melalui program Manajemen Talenta Nasional bidang film. Program tersebut mendukung kapasitas sineas muda, memperluas jejaring internasional, serta membuka akses kolaborasi dan pendanaan perfilman Indonesia.
Lebih lanjut, Kementerian Kebudayaan juga terus memperkuat berbagai program pendukungan perfilman melalui fasilitasi promosi internasional. Salah satunya dengan pengembangan jejaring industri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia perfilman, hingga penguatan ekosistem perfilman di daerah.
"Kami ingin memastikan talenta-talenta perfilman Indonesia memiliki ruang tumbuh, dan kesempatan berjejaring. Serta memiliki akses untuk tampil di panggung internasional," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perfilman menjadi salah satu instrumen penting diplomasi budaya Indonesia. Film dinilai mampu memperkenalkan identitas, nilai, serta keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem perfilman nasional dari hulu hingga hilir. Termasuk mendorong lahirnya lebih banyak karya berkualitas yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia.
Dalam ajang Festival Film Cannes 2026, Indonesia mengirimkan empat film pendek. Salah satu keterlibatan penting datang dari Minikino Film Week (MFW) yang berpartisipasi dalam program bergengsi Cinéma de Demain.
Direktur Minikino, Edo Wulia mengatakan keterlibatan tersebut menjadi kesempatan strategis bagi film pendek Indonesia. Menurutnya, ajang itu membuka peluang untuk terus membawa karya sineas Indonesia tampil di panggung dunia.
"Kesempatan ini tentu sangat berharga bagi Minikino untuk kembali membawa film pendek Indonesia ke atas panggung yang diakui dunia." ujarnya. Partisipasi Indonesia di Short Film Corner membuka peluang talenta nasional tampil dan berkembang di industri film internasional.
Minikino hadir secara resmi dalam program Short Film Corner (SFC) | Rendez-vous Industry – Cinéma de Demain. Program yang berarti 'Bioskop Masa Depan' ini merupakan inisiatif Festival Cannes sejak 2023.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....