Mengenang Florence Nightingale: Pionir Keperawatan Dunia yang Abadi

  • 12 Mei 2026 17:59 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Bertepatan dengan peringatan Hari Perawat Sedunia yang jatuh pada Selasa (12/5/2026), dunia kembali mengenang sosok Florence Nightingale, perempuan revolusioner yang mengubah wajah dunia kesehatan selamanya. Lahir pada tahun 1820 di Florence, Italia, Nightingale memilih jalan hidup yang tidak biasa bagi perempuan bangsawan di zamannya dengan mendedikasikan diri pada dunia keperawatan.

Perjalanan besar Nightingale dimulai saat ia menyaksikan penderitaan luar biasa para tentara di Perang Krimia. Bagi Nightingale, keperawatan bukanlah sekadar profesi untuk mencari nafkah, melainkan sebuah misi hidup yang suci.

Di medan perang tersebut, ia dikenal dengan julukan "Lady with the Lamp". Fokus utamanya pada aspek kebersihan, sanitasi, dan protokol perawatan pasien yang tepat terbukti berhasil menekan angka kematian dan menyelamatkan banyak nyawa.

Kontribusi Nightingale tidak berhenti di lapangan saja. Ia kemudian mendirikan sekolah perawat pertama di London sebagai fondasi pendidikan formal bagi tenaga kesehatan. Melalui karya tulisnya yang fenomenal, "Notes on Nursing", ia berhasil membentuk standar profesionalisme bagi perawat generasi-generasi berikutnya di seluruh dunia.

Meskipun Nightingale telah berpulang pada tahun 1910 di usia 90 tahun, warisannya tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi global. Salah satu kutipannya yang paling ikonik menegaskan pandangannya terhadap profesi ini:

"Keperawatan adalah seni... seni tertinggi." Florence Nightingale.

Melalui kombinasi antara kasih sayang (compassion) dan keahlian (skill), Nightingale membuktikan bahwa dedikasi seorang perawat mampu memberikan dampak abadi bagi kemanusiaan. Selamat Hari Perawat Sedunia bagi seluruh pejuang kesehatan yang terus melanjutkan api semangat sang "Lady with the Lamp".

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....