Ratusan Penari Tampil 12 Jam Nonstop pada Peringatan Hari Tari Dunia 2026

  • 27 Apr 2026 08:21 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 500 penari dari puluhan sanggar seni memeriahkan Hari Tari Dunia 2026 di Demak. Kegiatan bertajuk Langen Budaya Hadilangu #8 ini mengusung tema Tutur Tubuh dan digelar di Pendopo Notobratan Kadilangu Demak.

Aksi menari berlangsung selama 12 jam nonstop pada Minggu, 26 April 2026 mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Para penari tampil bergantian tanpa jeda membawakan berbagai tarian tradisional dan kontemporer dari berbagai daerah di Indonesia.

Peserta yang terlibat berasal dari lintas generasi mulai anak-anak hingga mahasiswa yang menunjukkan semangat tinggi dalam berkesenian. Mereka menjaga konsistensi energi panggung selama pertunjukan berlangsung sehingga suasana tetap meriah dan menarik perhatian penonton.

Berbagai tarian tradisional ditampilkan secara bergantian oleh sanggar-sanggar peserta seperti Tari Lenggang Jatawi dan Tari Bondan Kendi. Ada juga Tari Candik Ayu, Tari Gambyong Ilir-Ilir, Tari Bambangan Cakil, Tari Warak, dll.

Pengunjung mengaku kagum dengan ketahanan dan semangat para penari yang mampu tampil selama 12 jam nonstop. “Baru pertama lihat acara selama ini, ada ratusan penari dari berbagai usia dan semuanya tampil sangat luar biasa,” ujar Ibrahim siswa kelas 7 SMPN 2 Demak kepada RRI, Minggu, 26 April 2026.

Apresiasi juga disampaikan Nita, warga Semarang, yang menilai kegiatan ini mampu menyatukan generasi melalui seni tari. “Salut, 12 jam itu tidak mudah, tetapi para penari tetap semangat dan ini membuktikan budaya tari tetap hidup,” kata Nita.

Dari pantauan RRI, rangkaian acara diawali dengan prosesi pembukaan berupa kirab sesepuh, umbul donga, dan seremoni simbolis penari. Memasuki sesi utama, berbagai repertoar tari ditampilkan secara bergantian oleh sanggar seni yang berpartisipasi aktif.

Tarian yang ditampilkan mencerminkan kekayaan budaya Nusantara dengan perpaduan gerak klasik dan sentuhan modern yang dinamis. Pertunjukan berlanjut hingga siang dan sore hari dengan jeda istirahat sebelum kembali melanjutkan penampilan berikutnya.

Suasana tetap meriah dari pagi hingga malam karena antusiasme penari dan penonton yang terus memberikan apresiasi sepanjang acara berlangsung. Acara kemudian ditutup dengan pementasan kolaboratif yang melibatkan seniman tari sebagai simbol persatuan budaya di Demak.

Kegiatan ini menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian agenda kebudayaan Kabupaten Demak sepanjang tahun 2026. Selain merayakan Hari Tari Dunia, acara ini juga bertujuan memperkuat pelestarian budaya Nusantara melalui seni pertunjukan tari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....