Strategi Ancol Bertransformasi Jadi Destinasi Berbasis Experience

  • 19 Apr 2026 20:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berkomitmen untuk melakukan transformasi menyeluruh guna menjawab perubahan perilaku pengunjung
  • Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Syahmudrian Lubis, mengatakan pihaknya ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung
  • perusahaan juga memperkuat fondasi internal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia

RRI.CO.ID, Jakarta – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berkomitmen untuk melakukan transformasi menyeluruh guna menjawab perubahan perilaku pengunjung. Karena menurutnya pihak Ancol Taman Impian melihat kini semakin mengutamakan pengalaman (experience).

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Syahmudrian Lubis, mengatakan pihaknya ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung. Namun juga pada nilai dan pengalaman yang dirasakan setiap wisatawan.

“Ke depan, Ancol akan bertransformasi menjadi integrated experience-driven ecosystem. Di mana kami menghadirkan perjalanan pengalaman pengunjung secara end-to-end di dalam kawasan Ancol,” ujar Syahmudrian, saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 19 April 2026.

Ia menjelaskan, perubahan ini sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Yang menekankan Ancol terus berbenah dan tetap relevan sebagai destinasi wisata unggulan, bahkan hingga puluhan tahun ke depan.

Menurutnya, saat ini perilaku pengunjung telah berubah signifikan. Masyarakat tidak lagi sekadar datang untuk rekreasi, tetapi mencari koneksi, pengalaman, serta nilai yang di rasakan bersama keluarga.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Ancol menyiapkan empat strategi utama. Pertama, menggeser fokus dari sekadar jumlah kunjungan menjadi penciptaan value bagi pengunjung.

Kedua, mengoptimalkan aset dan ekosistem kawasan seluas 533 hektar yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ketiga, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.

“Ke depan, setiap event dan program akan kami desain berdasarkan data. Mulai dari tren pengunjung hingga proyeksi ke depan,” ucapnya.

Keempat, membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra lokal maupun global. Untuk nantinya meningkatkan daya saing Ancol di tingkat internasional.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat fondasi internal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kemudian penguatan budaya kerja berbasis pelayanan (service purpose), serta disiplin dalam mengeksekusi setiap rencana.

“Dengan strategi ini, kami ingin memastikan Ancol tidak hanya relevan hari ini. Tetapi juga menjadi destinasi unggulan dalam 50 hingga 100 tahun ke depan,” ucap Syahmudrian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....