Bebas Royalti, Joko Anwar Gratiskan Aset Film Ghost in The Cell untuk UMKM
- 16 Apr 2026 12:33 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sutradara Joko Anwar membuat langkah tak biasa menjelang perilisan film terbarunya, Ghost in the Cell. Ia mengizinkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan aset visual serta identitas merek film tersebut secara gratis, bahkan untuk kepentingan komersial.
Pengumuman itu disampaikan Joko melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu, 15 April 2026, sehari sebelum film tersebut resmi tayang di bioskop. Dalam unggahannya, ia mempersilakan para pelaku UMKM untuk memproduksi hingga menjual berbagai merchandise tanpa dikenakan biaya royalti. “Teman-teman UMKM yang ingin membuat dan menjual merchandise dari Ghost in the Cell dipersilakan menggunakan aset dan brand identity secara gratis dan bebas royalti,” tulisnya.
Tak hanya memberi izin, sutradara asal Medan tersebut juga membagikan langsung materi visual film yang bisa dimanfaatkan. Meski demikian, Joko tetap mengingatkan agar para pengguna membaca ketentuan yang telah disediakan sebelum menggunakan aset tersebut. Langkah ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM sekaligus ajakan untuk turut meramaikan perilisan filmnya. “Terima kasih sudah ikut merayakan film ini. Baca terms of use di folder di link,” tambahnya.
Ghost in the Cell sendiri merupakan film horor komedi produksi Come and See Pictures yang mulai tayang serentak di bioskop Indonesia pada Kamis, 16 April 2026. Mengusung latar sebuah penjara di Indonesia yang sarat kekerasan dan ketidakadilan, film ini memadukan unsur horor dengan kritik sosial. Ceritanya menyoroti bagaimana sistem kekuasaan dapat tetap bertahan, bahkan di tempat yang seharusnya menjadi ruang hukuman. Film ini juga menghadirkan deretan aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Rio Dewanto, hingga Tora Sudiro.
Langkah membuka akses aset film untuk UMKM ini juga sejalan dengan tren kolaborasi antara industri kreatif dan pelaku usaha lokal yang semakin berkembang di Indonesia. Dengan jumlah penonton film nasional yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, kolaborasi tersebut dapat memperluas dampak ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem kreatif. Dengan kebijakan terbuka terhadap UMKM ini, Joko Anwar tidak hanya menghadirkan karya sinematik, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam euforia perilisan film tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....