Ariel NOAH Buka Studio, Cerita Hobi Gundam hingga Musik Terbaru

  • 28 Feb 2026 13:34 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Di sela kesibukannya bersama NOAH, Ariel ternyata memiliki cara unik untuk mengusir kejenuhan dan tetap kreatif. Dalam perbincangan santai dengan Raditya Dika, vokalis berambut panjang ini mengajak publik menyelami ruang koleksi pribadinya yang dipenuhi berbagai barang bernilai emosional, mulai dari action figure hingga deretan Gundam rakitan tangannya sendiri.

Ariel mengaku tidak sembarangan mengoleksi barang. Harus ada ikatan emosional yang kuat, seperti karakter dari game The Last of Us atau Assassin's Creed yang ia kagumi karena jalan ceritanya yang sinematik.

Yang paling menarik perhatian adalah koleksi Gundam atau Gunpla milik Ariel. Baginya, merakit robot-robotan ini bukan sekadar hobi iseng. Ia menjadikan aktivitas merakit sebagai cara untuk "menyegarkan" otak kreatifnya saat sedang buntu menulis lirik lagu.

"Aktivitas tangan yang repetitif ini membantu gua mikir lebih jernih. Kadang gua ngerakit sambil dengerin looping lagu NOAH yang lagi digarap, dan dari situ ide lirik malah muncul," ungkap Ariel.

Tak hanya merakit, ia juga gemar memodifikasi dengan mengecat ulang atau menambahkan efek "battle scar" (bekas pertempuran) agar koleksinya terasa lebih personal dan tidak membosankan. "Kalau cuma dipajang, tantangannya habis. Dengan ngecat, umur ketertarikan kita jadi lebih panjang," tambahnya.

Serial Gundam favoritnya adalah Iron-Blooded Orphans (Barbatos) karena ceritanya yang dewasa, realistis, dan memiliki akhir cerita yang menyedihkan.

Selain Gundam, studio Ariel juga dipenuhi LEGO bertema Old Trafford sebagai bentuk dukungannya pada Manchester United, serta peralatan pertukangan dan motor untuk hobi "bapak-bapak"-nya bersama klub motor yang ia juluki "klub duda".

Di tengah obrolan, ia juga memberikan bocoran soal strategi terbaru NOAH. Di era digital seperti sekarang, Ariel mengaku lebih memilih merilis lagu satu per satu setiap bulan agar setiap karya bisa "bernapas" dan didengar maksimal oleh masyarakat sebelum akhirnya dikumpulkan menjadi satu album utuh.

"Zaman dulu kita bikin album buat jati diri. Sekarang kalau keluarin semua sekaligus, malah nggak fokus," pungkasnya.

Bagi para penggemar yang tertarik mengikuti jejaknya, Ariel menyarankan untuk memulai dari grade pemula (High Grade) jika ingin belajar merakit dan mengecat, agar tidak terlalu rugi jika terjadi kesalahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....