30 Tahun Project Pop: Dari Parodi ke Legenda

  • 28 Feb 2026 13:23 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Menjelang hari jadi mereka yang ke-30 pada Juni mendatang, Project Pop mengungkapkan kisah perjalanan panjang grup yang bermula dari grup besar P-Project di Bandung. Awalnya dikenal dengan lagu-lagu parodi, pada tahun 1996, tujuh personel junior diminta membuat album dengan konsep lagu orisinal bernuansa lucu.

Perjalanan mereka tidak selalu mulus. Album perdana berjudul "Lumpia vs Bapia" (1996) kurang mendapat sambutan, bahkan penjualannya hanya sedikit di atas titik impas. Sempat putus asa dan berencana kembali ke dunia perkantoran, semangat mereka bangkit berkat penampilan di kafe-kafe dengan memparodikan gaya artis papan atas. Hal ini menarik perhatian label rekaman hingga akhirnya album "Tuwagapat" (2000) meledak di pasaran.

Salah satu lagu ikonik mereka, "Bau Bau Bau", tercipta dari pengalaman nyata Yosi saat bermain basket. Ia melihat seorang teman bertubuh besar yang memiliki masalah bau badan, namun tak ada yang berani menegur. Kini, lagu tersebut diproduksi ulang berkolaborasi dengan Rexona untuk mengedukasi masyarakat tentang 15 titik bau badan.

Memasuki usia tiga dekade, banyak perubahan dalam manajemen panggung mereka. Para personel kini lebih banyak meminta teh hangat, air putih, dan buah-buahan dibanding minuman manis. Mereka juga mulai merasakan keterbatasan fisik, seperti mata yang mulai plus sehingga sulit membaca prompter, hingga kebutuhan tabung oksigen untuk menjaga stamina saat membawakan lagu-lagu bertempo cepat.

Meski demikian, Project Pop tidak berhenti berkarya. Mereka tengah menyiapkan proyek baru untuk menyambut kembalinya personel BTS pasca wajib militer, serta merencanakan Konser 30 Tahun dengan skala besar sebagai wujud syukur.

Yosi menjelaskan rahasia lagu-lagu mereka yang abadi, "Lagu lucu itu kalau cuma joke, sekali dipakai lucu, dua kali lucu, tiga kali orang sudah tahu. PR-nya kita harus buat lagu lucu yang enak didengar, jadi orang akan dengar terus karena lagunya memang enak." Ujo menambahkan bahwa mereka selalu memilih topik absurd yang tidak pernah disentuh musisi lain sebagai ciri khas. "Ketika orang enggak ngebahas topik itu, ya kita pakai," katanya.

Sebagai grup komedi, mereka bahkan memiliki keunikan di atas panggung, yaitu berani mengakui kesalahan dan mengulang lagu jika lupa lirik. Penonton kerap menganggapnya sebagai gimik, padahal itu adalah kejujuran mereka sebagai musisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....