Kala Kesuksesan Tidak Hanya Diukur dari Bisnis, tetapi dari Kepedulian
- 13 Jul 2026 05:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah gemerlap dunia bisnis dan pencapaian ekonomi, ada sosok pengusaha muda yang memilih jalan berbeda dalam memaknai kesuksesan. Bagi Ali Zainal Abidin, keberhasilan tidak hanya dihitung dari besarnya usaha yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa banyak manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.
Pengusaha muda asal Pamekasan, Madura, ini dikenal memiliki berbagai lini bisnis, mulai dari perhotelan, rokok, emas, hingga sejumlah bidang usaha lainnya. Namun, di balik aktivitas bisnisnya, Ali menyimpan sisi lain yang tidak banyak diketahui publik: kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Ali dikenal sebagai sosok yang gemar berbagi, tetapi tidak menjadikan kegiatan sosial sebagai konten di media sosial. Ia memilih membantu tanpa banyak publikasi, membiarkan manfaat dari bantuannya dirasakan langsung oleh penerima.
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui berbagai bantuan kepada lembaga sosial. Salah satunya kepada lembaga sosial yang dikelola oleh Purnomo Polisi Baik, sosok yang dikenal sukarela merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Ali mengaku terkesan dengan perjuangan Purnomo Polisi Baik yang dengan sukarela merawat para ODGJ. Baginya, perhatian terhadap kelompok yang sering terpinggirkan merupakan bentuk kepedulian yang nyata.
“Saya berbagi kesejahteraan kepada pasien-pasien beliau (Purnomo, red) yang ODGJ itu,” ujar Ali, saat ditemui RRI di Surabaya, Minggu 12 Juli 2026.
Bantuan yang diberikan, kata dia, berupa kebutuhan sehari-hari seperti sembako, lauk pauk, hingga dukungan lainnya. Selain itu, Ali juga memberikan dukungan kepada Griya Lansia Malang, namun dengan bentuk yang berbeda.
“Mulai dari sembako, lauk pauk, dan sebagainya. Karena basic kami adalah Insan Peduli,” tuturnya.
Menurut Ali, kebutuhan dasar manusia tidak boleh dianggap sepele. Memberikan bantuan sederhana seperti makanan, baginya, merupakan bentuk kepedulian yang memiliki arti besar.
“Saya bilang, gak boleh meremehkan isi perut. Bantu yang perlu dibantu,” katanya.
Melalui Bani Insan Peduli, Menebar Manfaat Lebih Luas
Komitmen sosial Ali kemudian diwujudkan secara lebih terstruktur melalui lembaga filantropi yang ia dirikan pada pertengahan 2023 bernama Bani Insan Peduli (BIP). Melalui BIP, Ali menjalankan program bernama Tour Jatim, sebuah kegiatan sosial yang menyasar berbagai lembaga yang membutuhkan bantuan di wilayah Jawa Timur.
Bantuan yang diberikan beragam, mulai dari sembako hingga dukungan dana untuk pembangunan yayasan atau fasilitas sosial. Ia ingin kegiatan sosial tidak hanya berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi gerakan yang terus memberikan manfaat.
Selama kurang lebih tiga tahun menebar manfaat, nama Ali Zainal Abidin sebagai founder BIP sebenarnya lebih banyak dikenal di kalangan penerima bantuan dan komunitas sosial. Ia tidak secara aktif membangun citra melalui media sosial.
Namun, belakangan namanya mulai ramai diperbincangkan di lini masa online setelah muncul pengakuan dari seseorang yang menyebut dirinya mendapat “prank” bantuan dengan nominal fantastis. Peristiwa tersebut membuat sosok Ali yang selama ini lebih banyak bergerak di balik layar mulai mendapat perhatian publik.
Meski demikian, bagi Ali, perhatian bukanlah tujuan utama dari apa yang ia lakukan. Baginya, nilai sebuah bantuan bukan terletak pada seberapa banyak orang yang mengetahui, melainkan pada seberapa besar dampak yang dirasakan oleh mereka yang menerima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....