Asa dari Lembaran Tikar di Pesisir Carita

  • 26 Mar 2026 13:40 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Deru ombak Pantai Carita menjadi irama penyambut rezeki bagi Rohmawati (55), seorang perempuan paruh baya yang menggantungkan hidup dari jasa penyewaan tikar di tengah lonjakan wisatawan Lebaran 2026. Di atas hamparan pasir putih, ia menata satu demi satu alas duduk berbahan plastik untuk para pelancong yang mulai memadati kawasan pesisir sejak H+1 Idulfitri. Momentum libur panjang ini menjadi masa panen tahunan yang sangat dinantikan guna menambah pundi-pundi rupiah setelah hari-hari biasa ia habiskan sebagai tukang pijat di kampung halamannya.

"Saya sudah menyewakan tikar di sini sejak tahun 2000, sekitar 26 tahun. Kalau hari biasa di kampung saya kerjanya mijit, tapi kalau lebaran begini baru di pantai. Minimal sehari bisa 50 tikar yang disewa, tarifnya antara 10 ribu sampai 15 ribu rupiah sepuasnya, tidak dihitung per jam," kata Rohmawati, Kamis 26 Maret 2026.

Rohmawati merupakan warga asli Kampung Kadujogja, Desa Carita, yang telah menekuni usaha penyewaan tikar sejak tahun 2000. Selama 26 tahun terakhir, ia konsisten hadir di bibir pantai setiap musim libur lebaran tiba untuk melayani wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Pengalaman puluhan tahun membuatnya sangat memahami dinamika pasang surut jumlah pengunjung serta kebutuhan mereka akan tempat beristirahat yang nyaman sambil menikmati momen keluarga di pesisir laut tersebut.

Pada musim mudik kali ini, Rohmawati menyebut mampu menyewakan hingga 50 lembar tikar setiap harinya kepada para pengunjung. Sistem penyewaan yang ditawarkannya pun cukup fleksibel, menurutnya wisatawan diperbolehkan menggunakan tikar sepuasnya tanpa batasan jam tertentu. Tarif yang dipatok pun sangat terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per lembar, tergantung pada proses tawar-menawar antara dirinya dengan pihak penyewa di lapangan.

Ia pun mengatakan peningkatan pendapatan yang dirasakannya pada lebaran tahun ini bisa mencapai kisaran 50 persen dibandingkan hari-hari biasa. Pendapatan tambahan ini dirasanya cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga serta tabungan masa depan keluarganya. Kesibukannya di pantai merupakan selingan produktif dari rutinitas kesehariannya di kampung yang lebih banyak menerima jasa pijat panggilan bagi warga sekitar.

Kondisi ramai di Pantai Carita pun dibenarkan oleh Pengelola Pantai Pasir Putih, Ilma Fajarwati, yang menyebut tren kunjungan wisatawan saat ini mengalami kenaikan sekitar 20 persen daripada tahun lalu. Ia menyebut estimasi pengunjung harian di kawasan tersebut berada di kisaran 2.000 hingga 3.000 orang. Kenaikan volume massa ini dinilainya menjadi berkah bagi pengelola wisata maupun para pelaku usaha kecil seperti penyewa tikar yang menjajakan jasanya di sepanjang garis pantai.

"Kunjungan wisatawan tahun ini meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun kemarin, sekarang ada 2.000 sampai 3.000 pengunjung yang berdatangan," ujar Ilma.

Menurutnya banyak wisatawan yang datang membawa perbekalan untuk bersantap bersama keluarga besar. Kebutuhan akan alas tempat berkumpul dianggapnya menjadi pelanggan utama para jasa tikar seperti Rohmawati. Tradisi "bancakan" atau makan bersama dinilainya menjadikan tikar sebagai kebutuhan pokok yang paling dicari setelah tiket masuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....