Sejarah Bermulanya Bulan Syawal
- 25 Mar 2026 20:44 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID. Gunungsitoli - Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah yang jatuh tepat setelah Ramadan. Secara bahasa, Syawal artinya peningkatan atau menaikkan (dari akar kata syala), yang dimaknai sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan setelah berpuasa sebulan penuh. Syawal diawali dengan perayaan Idulfitri pada 1 Syawal sebagaimana dilansir laman tamanrejo.
Makna dan konteks Syawal diantaranya adalah bukan sekadar merayakan kemenangan, Syawal adalah saat untuk meningkatkan amal, kinerja dan kualitas diri. Syawal menandai peralihan dari ibadah intensif Ramadhan ke konsistensi dalam kebaikan sehari-hari. Pada bulan syawal juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk saling berkunjung dan memaafkan serta dianggap sebagai bulan pernikahan sebagaimana dilansir laman tamanrejo.
| Baca juga: Takjil: Dari Sunnah Menjadi Tradisi |
Beberapa keutamaan dan amalan di bulan Syawal:
Puasa Sunnah Syawal: Berpuasa selama enam hari, yang pahalanya disetarakan dengan puasa satu tahun penuh.
Menjaga Silaturahmi: Menguatkan hubungan persaudaraan (ukhuwah Islamiyah).
Bulan Kembalinya Fitrah: Merayakan Idulfitri setelah sebulan berpuasa.
Meningkatkan Ibadah: Mempertahankan atau meningkatkan amal saleh dari Ramadan, contohnya melanjutkan kebiasaan membaca Al-Qur'an, shalat sunnah dan bersedekah sebagaimana dilansir laman baznas.
Syawal bukan akhir dari ibadah Ramadan, melainkan awal perjuangan spiritual baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....