UMKM Dapat Akses Gratis Jual Produk di Ritel Modern

  • 18 Jul 2026 10:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Produk UMKM DIY yang dipasarkan melalui jaringan ritel modern, mendapat fasilitas listing fee atau bebas biaya administrasi pendaftaran. Cara ini, untuk membuka akses pasar yang luas bagi pelaku usaha mikro.

Penerapan listing fee ditandai penandatanganan perjanjian kerjasama kemitraan, antara UMKM dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Acara ini, mengisi Jambore Kumitra 2026 di kawasan wisata belanja Teras Malioboro, Jumat, 17 Juli 2026.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza memastikan, penerapan listing fee melalui kemitraan UMKM dan Aprindo, merupakan bentuk implementasi penguatan usaha mikro. Hal itu sudah diatur, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021.

”Kami ingin sektor UMKM potensial, tidak hanya berkembang di pasar lokal,” ucapnya. ”Tapi juga mampu masuk ke jaringan ritel modern, perhotelan, industri, dan pasar digital.”

Selain itu, pemerintah juga memberi fasilitas kemitraan bagi UMKM dengan 10 mitra usaha besar dan jaringan ritel dalam kegiatan Kumitra di Yogyakarta. Business matching tersebut berpotensi menghasilkan komitmen transaksi senilai Rp 7,155 miliar.

”Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah memajukan dan mengembangkan usaha mikro,” ujarnya. ”Sekaligus mendukung target 10 juta penduduk bekerja.”

Data Kementerian UMKM menunjukkan, DIY memiliki 345 ribu UMKM yang salah satunya berjualan di Teras Malioboro 1. Lokasi ini mencontohkan berhasilnya penataan kawasan, penguatan kelembagaan, dan pendampingan usaha berkelanjutan.

Sejumlah pelaku UMKM di DIY merasa senang dan terbantu, setelah mendapat akses kemitraan dengan ritel modern melalui program Kumitra. Salah satunya Rafelino Sutan Aghe, sebagai pemilik usaha olahan tulang ikan merek Kalfis.

”Sebelum ada program Kumitra, saya dulu sulit mencari pasar untuk produk olahan tulang ikan,” ujarnya. ”Dan sekarang, saya bisa tanda tangan Letter of Intent dengan ritel, sehingga produk saya bisa masuk toko-toko besar.”

Hal senada disampaikan Clara Yanti Suryani, sebagai pemilik usaha produksi makanan beku merek Mr. Telo. Ia menilai, program Kumitra memberikan kepastian pasar, sekaligus mengajarkan langkah administrasi, agar usaha UMKM bisa optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....