Wakil Wali Kota Apresiasi Industri Sangkar Burung Solo yang Mendunia
- 02 Jul 2026 09:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebagai persiapan menuju Solo Batik Carnival (SBC) 2026, yang tahun ini mengangkat tema sentra industri unggulan Kota Bengawan, Wakil Wali Kota Astrid Widayani meninjau lokasi sentra industri sangkar burung di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres pada Rabu, 1 Juli 2026.
Tinjauan ini sekaligus melihat industri sangkar burung yang nantinya akan diangkat Astrid Widayani dalam gelaran SBC 2026 dan menjadi bagian dari ornamen busana paradenya saat acara. Selain sangkar burung, sebelumnya orang nomor dua di Pemerintahan Kota Solo ini juga sempat mengunjungi sentra industri shuttlecock di Kecamatan Serengan.
| Baca juga: Jenis-Jenis Burung Elang di Indonesia |
Ditemui setelah meninjau, Astrid Widayani sangat kagum dengan pembuatan sangkar burung yang tidak hanya mengedepankan fungsi, tetapi juga material yang menggunakan limbah paralon, akrilik, hingga kayu yang mampu diolah menjadi sangkar berkualitas premium.
"Sangkar burung di Mojosongo tidak hanya me
nghasilkan produk, tetapi juga karya seni yang memiliki nilai tambah tinggi. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, bahkan telah menembus pasar internasional, merupakan potensi yang perlu terus kita dukung," kata Astrid Widayani.
Astrid Widayani menilai potensi sentra industri yang dikunjunginya jauh melampaui ekspektasi. Menurutnya juga sentra industri di Kota Solo telah membangun ekosistem usaha yang melibatkan banyak masyarakat, sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sentra industri agar semakin berkembang, mampu menciptakan nilai tambah, menggerakkan perekonomian daerah, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat," katanya menambahkan.
Sementara itu, Eko Alif Murianto pemilik sangkat burung/ mengaku senang bisa dikunjungi Wakil Wali Kota Astrid Widayani. Dirinya berharap ke depan bisa terus mengembangkan bisnisnya ke beberapa negara lainnya, serta mampu merangsang para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk tidak patah semangat dalam membangun usaha.
"Harapannya akan semakin merangsang teman-teman yang lain, UMKM yang lain untuk semakin berkembang. Harapan untuk saya sendiri agar bisa lebih luas memasarkan produk-produk kami," ucap Eko Alif Murianto.
Eko Alif Murianto juga mengaku dalam sekali pesanan, bisa membuat 25 sangkar polos kecil dan 15 sangkar yang memiliki motif. Terkait alasannya mengincar pasar internasional, Eko mengaku karena daya beli lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.
"Menggeluti usaha ini sudah sembilan tahun dan menjual ke luar karena daya belinya lebih tinggi dan mata uangnya juga lebih tinggi," ucapnya menambahkan. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....