Perajin Tahu Terjepit Harga Kedelai
- 10 Apr 2026 11:22 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Perajin Tahu Terjepit Harga Kedelai
- Harga Kedelai Melejit
RRI.CO.ID, Pati - Lonjakan harga kedelai pada April membuat perajin tahu di Kabupaten Pati menghadapi tekanan biaya produksi yang semakin berat. Kondisi ini memaksa pelaku usaha kecil menahan kenaikan harga jual demi menjaga daya beli konsumen tetap stabil.
Perajin tahu asal Kecamatan Wedarijaksa, Dion, menyebut harga kedelai naik signifikan dibandingkan periode sebelum Ramadan tahun ini. Ia menjelaskan harga sebelumnya berada di kisaran sembilan ribu rupiah per kilogram lalu meningkat cukup tajam.
“Sebelumnya itu sekitar sembilan ribu rupiah per kilogram, sekarang sudah naik jadi sepuluh ribu enam ratus. Penjualan masih berjalan, tapi keuntungan jelas menurun sehingga margin usaha kami sekarang semakin tipis,” kata Dion.
Kenaikan tersebut mencapai sekitar seribu enam ratus hingga seribu tujuh ratus rupiah per kilogram dalam waktu singkat. Meski beban biaya meningkat, Dion mengaku belum berani menaikkan harga jual karena khawatir pelanggan beralih ke produk lain.
Dalam satu hari produksi, Dion mengolah sekitar tujuh puluh kilogram kedelai menjadi puluhan papan tahu untuk pasar lokal. Kondisi tersebut membuat setiap kenaikan harga bahan baku langsung berdampak pada biaya operasional harian usaha kecilnya.
Ia menilai kenaikan harga kedelai dipengaruhi faktor global termasuk dinamika geopolitik yang memengaruhi distribusi komoditas impor. “Dari informasi yang saya baca, konflik luar negeri ikut berdampak pada harga kedelai di pasaran,” ujarnya.
Perajin berharap pemerintah segera menstabilkan harga kedelai agar usaha kecil tetap bertahan di tengah tekanan biaya produksi. Mereka menilai harga ideal berada di kisaran sembilan ribu rupiah per kilogram agar usaha tetap berjalan berkelanjutan.(APB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....