Pemkab Maros Bantah Isu Pemerasan, Biaya Tenant UMKM MTQ Sudah Sesuai Fasilitas
- 06 Apr 2026 19:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Sulawesi Selatan ke-XXXIV, kebijakan penyediaan tenant bagi pelaku UMKM di Kabupaten Maros menuai sorotan. Isu dugaan pemerasan mencuat seiring adanya perbedaan biaya antara pelaku UMKM lokal dan luar daerah. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah melalui perhitungan rinci dan tidak mengandung unsur pemaksaan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kopumdag) Maros, Andi Syam Sophyan, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menyediakan langsung tenant bagi pelaku UMKM. Seluruh fasilitas, termasuk tenda dan kelengkapannya, disiapkan oleh pihak penyelenggara atau event organizer (EO).
“Tenant itu disiapkan oleh EO, lengkap dengan fasilitas seperti listrik, lampu, meja, kursi, hingga kebersihan. Semua itu sudah termasuk dalam biaya yang dibebankan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Senin 6 April 2026.
Ia merinci, total biaya sebesar Rp3,5 juta untuk UMKM luar daerah merupakan akumulasi dari berbagai fasilitas selama pelaksanaan MTQ. Sementara itu, UMKM lokal Maros mendapatkan keringanan dengan hanya membayar Rp2 juta per tenant. “Kalau dilihat dari sisi pemerasan, di mana letaknya? Justru ini bentuk keberpihakan kepada UMKM lokal,” tegasnya.
Menurutnya, kebijakan diferensiasi harga tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah agar pelaku usaha lokal dapat lebih mudah berpartisipasi dalam event berskala besar tersebut.
150 Tenant Disiapkan, Prioritas untuk UMKM Lokal
Dalam rangka menyukseskan MTQ, panitia menyiapkan total 150 tenant yang akan ditempatkan di sepanjang kawasan strategis, termasuk jalan boulevard sekitar lokasi kegiatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 tenant diperuntukkan bagi UMKM lokal Maros, sementara 40 lainnya dialokasikan untuk pelaku usaha dari luar daerah.
“Ini bagian dari penataan agar kawasan lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung, apalagi akan ada ribuan tamu dari 24 kabupaten/kota,” jelas Sophyan.
Ia menambahkan, estimasi kehadiran peserta dan pengunjung selama MTQ mencapai 3.000 hingga 4.000 orang, sehingga penataan kawasan, termasuk sektor UMKM, menjadi sangat penting.
Pendaftaran Mulai Ramai, Keluhan Minim Berdasarkan data sementara, minat pelaku UMKM untuk berpartisipasi cukup tinggi. Lebih dari 40 UMKM lokal telah menyatakan minat, meski yang resmi mengurus surat pengantar baru sekitar belasan. Sementara itu, UMKM dari luar daerah yang mendaftar telah mencapai 30-an pelaku usaha.
Menariknya, hingga saat ini belum ada keluhan signifikan dari pedagang terkait biaya maupun mekanisme pendaftaran. “Selama proses pendaftaran, tidak ada yang mengeluh. Semua sudah dijelaskan secara terbuka, termasuk rincian biayanya,” katanya.
Fasilitas Lengkap dan Skema Fleksibel
Setiap tenant berukuran 3x3 meter dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari instalasi listrik hingga kebersihan. Bahkan, panitia membuka opsi bagi dua pelaku UMKM untuk berbagi satu tenant guna meringankan biaya.
“Ini fleksibel. Bisa satu tenant diisi dua UMKM supaya lebih ringan,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan insentif tambahan berupa undian hadiah umrah gratis khusus bagi pelaku UMKM lokal yang berpartisipasi hingga penutupan acara.
Event Besar, Dampak Ekonomi Diharapkan Signifikan
Pelaksanaan MTQ tingkat provinsi ini dipusatkan di Lapangan Pallantikang dan diperkirakan menjadi magnet ekonomi bagi masyarakat Maros. Kehadiran ribuan peserta, official, dan pengunjung diyakini akan meningkatkan perputaran ekonomi, khususnya bagi sektor UMKM.
Dengan penataan yang terstruktur dan dukungan fasilitas yang memadai, pemerintah berharap event ini tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha lokal.
“Ini momentum besar. Kita ingin UMKM lokal menjadi tuan rumah yang baik sekaligus merasakan manfaat ekonominya,” tutup Sophyan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....