Barongko Bugis Tetap Eksis diera Kuliner Modern
- 14 Mar 2026 15:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Eksistensi kuliner tradisional bukan sekadar soal rasa, melainkan tentang menjaga identitas bangsa. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Yayasan Rumah Pionir Nusantara (RPN) Makassar, Andi Mapellawa, SE, saat hadir dalam program Obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar, Sabtu 14 Maret 2026.
Dalam bincang-bincang tersebut, Andi Mapellawa menekankan pentingnya melestarikan Barongko, kue khas Bugis yang kini menjadi salah satu pilar bisnis UMKM di bawah naungan RPN. Bagi beliau, Barongko adalah warisan keluarga yang harus tetap eksis di tengah gempuran kuliner modern.
Menurut Andi, Barongko bukan hanya kudapan manis berbahan dasar pisang, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang mendalam. diantaranya ada nilai Kejujuran, Barongko dibungkus daun pisang dan isinya pun berasal dari pisang. Apa yang di luar sama dengan apa yang di dalam. kemudian ada nilai Kesabaran & Ketelitian dalam Proses pembuatannya menuntut ketelatenan tinggi.selain itu ada Cinta, dimana kue ini Dibuat dengan dedikasi untuk menyajikan yang terbaik bagi tamu atau keluarga.
"Barongko ini mengajarkan kita tentang kejujuran dan kesabaran. Dulu di kampung, kita sangat teliti memilih pisang kepok yang matang di pohon, bukan hasil karbitan, karena rasa dan kualitasnya pasti beda," ujar Andi Mapellawa.
Meski tetap mempertahankan resep tradisional dan bahan baku pilihan, Andi mengakui bahwa penggunaan teknologi tidak bisa dihindari untuk memenuhi kebutuhan pasar, terutama saat musim pernikahan. proses penghalusan pisang yang dulunya dilakukan secara manual kini mulai dibantu dengan mesin atau mixer. Hal ini dilakukan demi mempercepat produksi tanpa mengurangi cita rasa autentik.
"Kalau musim pengantin tiba, pesanan untuk isi Bosara selalu membeludak. Di situlah peran teknologi masuk agar kami bisa memenuhi permintaan pelanggan dengan cepat namun tetap menjaga standar kualitas warisan orang tua kita," tambahnya.
Melalui Yayasan Rumah Pionir Nusantara, Andi aktif membawa produk Barongko ke berbagai event Ramadan dan pameran UMKM. Ia berharap langkah ini dapat memicu semangat pelaku UMKM lainnya untuk bangga pada produk lokal.
"Mari kita kembali ke tradisi. Warisan Nusantara di bidang UMKM dan koperasi harus mementingkan kembali identitas lokal. Kita ingin menunjukkan bahwa di Makassar, kue tradisional tetap eksis dan berkelas," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....