Program Global Gotong Royong Tetrapreneur Perkuat Ekonomi Desa Sendangsari
- 05 Feb 2026 20:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Program Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa berbasis potensi lokal. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha desa agar tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga mengelola usaha secara berkelanjutan dan berdaya saing.
Di Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, G2R Tetrapreneur dikembangkan sebagai upaya membangun ekosistem kewirausahaan desa yang terintegrasi. Program ini mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar memiliki kemampuan manajerial, akses pasar, serta daya saing produk yang lebih kuat. “G2R Tetrapreneur bukan sekadar program produksi, tetapi pembelajaran usaha yang menyeluruh dari hulu ke hilir,” ujar Nani Eka Arisusanda, SE, Ketua G2RT Sendangsari.
Model G2R Tetrapreneur berlandaskan pada empat pilar utama, yaitu Chainpreneur, Marketpreneur, Qualitypreneur, dan Brandpreneur. Keempat pilar tersebut saling terhubung untuk menciptakan rantai usaha desa yang solid. Pemerintah Desa bersama organisasi desa berperan aktif mendorong UMKM agar memperkuat proses produksi, meningkatkan kualitas produk, serta membangun identitas merek yang bernilai jual tinggi.

Nani Eka Arisusanda, SE, Ketua G2RT Sendangsari saat dialog di RRI (Foto: RRI/Sudirman)
Kolaborasi antarpelaku desa menjadi kunci keberhasilan program ini. Keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok UMKM, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta komunitas masyarakat dilakukan secara gotong royong. “Sinergi antaraktor desa sangat penting agar program ini berjalan berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” katanya.
Salah satu produk unggulan Desa Sendangsari adalah olahan bunga telang yang memanfaatkan potensi lokal desa. Bunga telang diolah menjadi berbagai produk konsumsi seperti wedang telang siap minum, telang celup, dan keripik telang. Ketersediaan bahan baku yang melimpah serta keunikan produk menjadikan olahan ini memiliki peluang besar menembus pasar yang lebih luas.
Produk berbasis bunga telang tersebut tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga diperkenalkan dalam berbagai pameran regional hingga internasional. Hal ini menunjukkan bahwa G2R Tetrapreneur mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk desa. “Kami ingin produk Sendangsari memiliki daya saing dan dikenal sebagai identitas desa,” ucapnya.
| Baca juga: Bazar UMKM Ramadan, Menu Hemat Diserbu Warga |

Olahan bunga telang khas Sendangsari hadir sebagai bukti nyata G2R Tetrapreneur mendorong UMKM naik kelas. (Foto: RRI/Sudirman)
Meski demikian, pelaksanaan G2R Tetrapreneur di Sendangsari masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, keberlanjutan pendampingan, serta adaptasi terhadap pemasaran digital. Namun tantangan tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi, dan sinergi dengan sektor pariwisata serta pendidikan, guna mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....