Menko Airlangga Bertemu Menlu Tiongkok, Perkuat Kemitraan Strategis

  • 19 Jul 2026 04:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dalam kunjungannya ke Shanghai, Tiongkok, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi
  • "Indonesia ingin memperdalam kemitraan strategis dengan negara Tiongkok," kata Menko Airlangga
  • Menko Airlangga juga menyampaikan dukungan penuh terhadap keketuaan Tiongkok dalam Forum APEC di tahun 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Dalam kunjungannya ke Shanghai, Tiongkok, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi. Pertemuan itu menjadi salah satu agenda utama Menko Airlangga selain menandatangani pendirian Organisasi Kecerdasan Buatan Dunia (WAICO).

"Indonesia ingin memperdalam kemitraan strategis dengan negara Tiongkok," kata Menko Airlangga dari Shanghai, Sabtu, 18 Juli 2026. Pembicaraan fokus pada agenda-agenda prioritas dan implementasi kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia-Tiongkok.

Kemitraan strategis itu mencakup sektor perdagangan, investasi, dan tata kelola kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) global. Termasuk agenda prioritas di bidang perekonomian antara kedua negara.

Menlu Wang Yi, menyampaikan apresiasi Presiden Xi Jin Ping atas atas kerja sama Indonesia menjadi 'founding member states' WAICO. Sementara itu, Menko Airlangga mengusulkan agar Indonesia dipertimbangkan untuk mendapatkan salah satu posisi penting pada kelembagaan sekretariat WAICO.

Di akhir pembicaraan, Menko Airlangga juga menyampaikan dukungan penuh terhadap keketuaan Tiongkok dalam Forum APEC di tahun 2026. Pertemuan Forum APEC tahun ini akan berlangsung di Shenzhen pada November 2026 mendatang.

"Indonesia mengusulkan agar di sela-sela kegiatan APEC tersebut, dilaksanakan pertemuan Presiden kedua negara.Selain itu, diusulkan agar dilaksanakan acara business summit sebagai perwujudan penguatan kerjasama dan persahabatan antar kedua negara," ujar Menko Airlangga.

Dia kembali menegaskan sinergi Indonesia-Tiongkok yang dilandasi oleh semangat Global South, transparansi, dan penghormatan terhadap kedaulatan digital. "Ini tidak bertujuan untuk mengamankan ketahanan ekonomi dan warisan inovasi teknologi bagi generasi masa depan kedua bangsa," kata Menko Airlangga menutup keterangannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....