Menko Airlangga Bahas Kelanjutan Two Countries Twin Parks dengan Tiongkok

  • 18 Jul 2026 21:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao dalam kunungan kerjanya ke Shanghai
  • Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi yang lebih kuat antara kedua negara, diantaranya membahas kelanjutan kerangka Twin Countries Twin Parks (TCTP)
  • Hingga saat ini, sebanyak 30 Nota Kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun

RRI.CO.ID, Jakarta – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao dalam kunungan kerjanya ke Shanghai.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi yang lebih kuat antara kedua negara. Salah satunya membahas kelanjutan kerangka Twin Countries Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan Tiongkok.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” ujar Menko Airlangga dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026.

Hingga saat ini, sebanyak 30 Nota Kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun. TCTP merupakan kerangka kerja sama pengembangan kawasan industri dan komersial di Indonesia, salah satunya kawasan industi Batang, Jawa Tengah.

“Pengembangan industri di Batang diharapkan bisa terus ditingkatkan,” ucap Menko Airlangga. Indonesia juga mengusulkan perluasan kawasan dalam kerangka TCTP supaya membuka lebih banyak peluang kerja sama industri,

Di sisi lain, Menko Airlangga menyebut masih ada beberapa tantangan. Terutama perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus.

“Perusahaan-perusahaan tersebut, juga menginginkan fasilitas yang setara dengan yang diberikan di kawasan ekonomi khusus,” ucapnya. Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga mendorong penyelarasan nilai perdagangan bilateral agar manfaatnya semakin seimbang bagi kedua negara.

Indonesia berharap perluasan akses pasar bagi produk Indonesia di pasar Tiongkok. Sementara Indonesia akan meningkatkan ekspor produk yang bernilai tambah, memperkuat hilirisai dan pengembangan investasi berorientasi ekspor.

Dalam konteks tersebut, Danantara Indonesia diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mendorong masuknya investasi dari Tiongkok. Selain melakukan kolaborasi untuk memperkuat rantai pasok, transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja.

Selama ini RRT telah menjadi mitra perdagangan utama bagi Indonesia. Pada 2025, nilai total perdagangan Indonesia–RRT mencapai USD154,6 miliar.

Selama periode 2021–2025, total perdagangan kedua negara menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 7,24 persen. Di bidang investasi, RRT juga menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia.

Pada 2025, realisasi investasi RRT mencapai hampir USD8,1 miliar atau sekitar 13 perse dari total investasi asing. Investasinya terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....