Penyesuaian Harga BBM Dinilai Jaga Neraca Perdagangan
- 12 Jun 2026 11:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebijakan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional
- Dalam kondisi tertentu, langkah penyesuaian harga BBM bisa menjadi pilihan yang tepat
- Meski demikian, pentingnya pengawasan terhadap penyaluran subsidi agar benar-benar diterima masyarakat yang berhak
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai dapat membantu menjaga neraca perdagangan nasional di tengah tantangan ekonomi global. Kebijakan tersebut juga disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan fiskal dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama mengatakan, masyarakat perlu memahami berbagai langkah yang diambil pemerintah dalam menghadapi dinamika geoekonomi global. Menurutnya, kebijakan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.
"Isu demonstrasi dan gerakan reformasi jilid dua perlu dilihat secara lebih komprehensif. Saat ini pemerintah sedang berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan negara," kata Sandri dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menilai penyesuaian harga BBM dapat memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah. Dengan subsidi yang lebih tepat sasaran, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat ditekan sehingga anggaran negara lebih efisien.
"Gak apa-apa harga BBM naik, asal subsidi BBM tepat sasaran. Ada penghematan APBN, IHSG menguat, dan kurs rupiah juga menguat," ujarnya.
Sandri menjelaskan, dari sisi ekonomi makro, pengurangan beban subsidi dapat membantu menjaga kesehatan fiskal negara. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah berpotensi menekan biaya impor bahan baku sehingga dapat membantu mengendalikan inflasi.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat secara riil karena tekanan harga dari barang impor menjadi lebih rendah. Dampak positif lainnya adalah meningkatnya kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.
Ia menambahkan, penguatan rupiah dan stabilitas fiskal menjadi faktor penting dalam menjaga neraca perdagangan. Kedua aspek tersebut dinilai dapat mendukung ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
"Saya bukan penjilat pemerintah, tetapi saya tidak ingin pasar saham terus tertekan dan nilai tukar rupiah terus melemah. Dalam kondisi tertentu, langkah penyesuaian harga BBM bisa menjadi pilihan yang tepat," kata Sandri.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap penyaluran subsidi agar benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Dengan demikian, tujuan menjaga stabilitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kelompok rentan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....