Harga Referensi CPO Periode Juni 2026 Alami Penurunan
- 30 Mei 2026 10:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harga Referensi (HR) CPO periode Juni 2026 turun 1,91 persen menjadi USD1.029,51 per MT.
- Penurunan dipengaruhi melemahnya permintaan dari negara importir utama, termasuk India.
- Bea Keluar CPO ditetapkan USD148 per MT dan Pungutan Ekspor sebesar 12,5 persen dari HR.
RRI.CO.ID, Jakarta - Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami penurunan untuk periode Juni 2026. Penetapan tersebut berlaku sebagai dasar pengenaan Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) selama periode 1-30 Juni 2026.
Pemerintah menetapkan HR CPO sebesar USD1.029,51 per Metrik Ton (MT). Nilai tersebut turun USD20,07 atau 1,91 persen dibandingkan periode Mei 2026 yang sebesar USD1.049,58 per MT.
“HR CPO periode Juni 2026 turun dibandingkan periode Mei 2026 akibat penurunan permintaan dari negara importir utama seperti India. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 148 per MT dan PE CPO sebesar 12,5 persen dari HR CPO periode Juni 2026,” ujar Tommy dalam keterangan yang dikutip RRI, Sabtu, 30 Mei 2026.
Penetapan HR CPO mengacu pada rata-rata harga selama periode 20 April hingga 19 Mei 2026. Perhitungan tersebut menggunakan data dari Bursa CPO Indonesia, Bursa CPO Malaysia, dan harga pelabuhan Rotterdam.
Rata-rata harga di Bursa CPO Indonesia tercatat sebesar USD920,80 per MT. Sementara itu, rata-rata harga di Bursa CPO Malaysia mencapai USD1.138,22 per MT dan harga pelabuhan Rotterdam sebesar USD1.429,40 per MT.
Tommy menjelaskan perhitungan HR CPO menggunakan dua sumber harga yang paling dekat dengan nilai median karena selisih ketiga sumber harga melebihi USD40. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35 Tahun 2025.
Selain CPO, pemerintah juga menetapkan harga acuan baru untuk sejumlah komoditas perkebunan lainnya. HR biji kakao periode Juni 2026 tercatat sebesar USD3.832,17 per MT atau naik USD563,48 dibandingkan periode sebelumnya.
“Ada kenaikan pada HR dan HPE biji kakao karena ditutupnya Selat Hormuz yang mengakibatkan peningkatan biaya logistik, biaya asuransi, dan bahan bakar. Selain itu, penurunan suplai dari Nigeria ikut mendorong kenaikan HR dan HPE biji kakao,” ucap Tommy.
Kenaikan juga terjadi pada Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao yang ditetapkan sebesar USD3.511 per MT. Nilai tersebut meningkat USD549 atau 18,53 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, pemerintah menetapkan HPE getah pinus periode Juni 2026 sebesar USD980 per MT. Nilai tersebut naik USD64 atau 6,99 persen dibandingkan periode Mei 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....