IHSG Melemah, Rosan Sebut Investasi Danantara Tetap Jangka Panjang
- 22 Mei 2026 07:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rosan Roeslani menegaskan investasi Danantara tetap berorientasi jangka panjang meski IHSG melemah.
- IHSG ditutup turun 3,54 persen ke level 6.094,94 pada perdagangan 21 Mei 2026.
- Rosan menilai pelemahan pasar dipengaruhi faktor teknikal dan sentimen global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan arah investasi Danantara tetap mengutamakan prospek jangka panjang di tengah tekanan pasar saham domestik. Pernyataan tersebut disampaikan setelah IHSG mengalami pelemahan akibat sentimen pembentukan BUMN ekspor.
Rosan menilai pergerakan pasar modal saat ini dipengaruhi berbagai faktor. Meski demikian, ia menyebut fundamental perekonomian Indonesia masih tetap kuat untuk jangka menengah dan panjang.
Rosan menilai pelemahan IHSG tidak dipengaruhi oleh satu sentimen saja. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor lain yang turut memberi tekanan terhadap pergerakan pasar modal domestik.
Pasar saham juga mengalami tekanan setelah MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index. Kondisi tersebut ikut memengaruhi sentimen pelaku pasar di dalam negeri.
“Ada faktor teknikal dan persepsi, tapi kalau kita lihat fundamentalnya, insyaAllah fundamental bagus. Yang penting secara menengah ke depannya, long run-nya, itu akan baik,” ujar Rosan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. IHSG turun 3,54 persen atau 223,559 poin ke level 6.094,94.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona merah setelah dibuka di level 6.366,48. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.378,81 sebelum terus tertekan hingga menyentuh level terendah 6.080,95.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 34,935 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp17,678 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2.134.495 kali.
Sebanyak 88 saham menguat, 663 saham melemah, dan 69 saham stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan jual yang cukup dominan di pasar saham domestik.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bursa regional Asia sebenarnya bergerak cenderung menguat. Sentimen positif datang dari harapan baru terkait negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
“Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menyampaikan bahwa negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Kondisi tersebut membantu meredakan kekhawatiran geopolitik dan memunculkan harapan pembukaan kembali Selat Hormuz yang strategis,” katanya, Kamis 21 Mei 2026.
Optimisme terhadap potensi kesepakatan perdamaian AS dan Iran juga dinilai mampu meredakan kekhawatiran inflasi serta kenaikan suku bunga global. Namun, sentimen positif tersebut belum mampu menopang pergerakan IHSG.
“Dari dalam negeri, tekanan pasar muncul setelah Presiden Prabowo Subianto memperketat aturan ekspor sejumlah komoditas utama. Seperti minyak sawit, batu bara, dan ferroalloy melalui mekanisme satu eksportir milik negara,” ujarnya.
Kebijakan tersebut dinilai masih membayangi sentimen pasar. Meski bertujuan mengurangi praktik under-invoicing dan kebocoran pendapatan negara, implementasinya dikhawatirkan dapat mengganggu operasional perdagangan dan menurunkan minat investor asing.
Tekanan lain juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diperkirakan masih berlanjut. “Langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan dinilai belum cukup meredam gejolak eksternal maupun memulihkan sentimen investor asing terhadap pasar keuangan domestik,” ujar Tim Pilarmas.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan agenda Quarterly Review FTSE Global Equity Index Series yang dijadwalkan rilis pada 22 Mei 2026. Keputusan dari penyedia indeks internasional tersebut dinilai dapat memengaruhi arus modal asing, likuiditas perdagangan, hingga volatilitas saham di Bursa Efek Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....