Kenali Ciri Workplace Toxic dan Cara Menghadapinya

  • 30 Apr 2026 11:54 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Pernah merasa kerja hampir setiap hari, lembur dianggap hal biasa, dan chat kantor tetap masuk bahkan di luar jam kerja? Sekilas terlihat seperti kerja keras. Tapi kalau terus-terusan terjadi, bisa jadi itu bukan lagi soal dedikasi, melainkan tanda-tanda eksploitasi yang mulai dinormalisasi. Di momen Hari Buruh, penting untuk mulai refleksi. Apakah pekerjaan yang dijalani saat ini benar-benar membantu berkembang, atau justru perlahan menguras energi tanpa disadari? Karena lingkungan kerja yang sehat bukan cuma soal sibuk atau tidak, tapi juga soal keseimbangan.

Lingkungan kerja yang baik sebenarnya tidak selalu identik dengan gaji besar. Hal-hal sederhana seperti jam kerja yang jelas, komunikasi yang terbuka, serta adanya batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi justru jadi indikator penting. Apresiasi juga tidak hanya sebatas ucapan, tapi terlihat dari cara kerja keras dihargai secara nyata.

Sebaliknya, ada beberapa tanda yang sering muncul di lingkungan kerja yang kurang sehat. Misalnya lembur yang dianggap kewajiban, rasa takut berlebihan saat melakukan kesalahan, hingga sulit benar-benar “off” dari pekerjaan. Bahkan, tidak sedikit yang merasa bersalah hanya karena ingin istirahat. Kalau beberapa hal ini terasa relate, bisa jadi itu bukan kebetulan.

Menariknya, banyak orang tetap bertahan di kondisi seperti ini. Alasannya pun beragam, mulai dari takut kehilangan penghasilan, merasa semua tempat kerja sama saja, sampai sudah terlalu lama berada di situasi tersebut. Padahal, dampaknya tidak selalu langsung terlihat, tapi bisa berujung pada kelelahan mental atau burnout.

Lalu, apakah solusinya harus langsung resign? Tidak selalu. Ada langkah-langkah kecil yang bisa mulai dilakukan, seperti menetapkan batas waktu kerja, mengatur ulang prioritas, hingga mencari support system. Jika memang diperlukan, barulah pelan-pelan membuka peluang baru yang lebih sehat.

Pada akhirnya, Hari Buruh bukan sekadar peringatan tahunan. Ini juga jadi pengingat bahwa setiap pekerja berhak merasa aman, dihargai, dan memiliki hidup yang seimbang. Jadi, tidak ada salahnya sesekali bertanya ke diri sendiri: ini masih bagian dari perjuangan, atau sudah jadi pengorbanan yang terlalu jauh?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....