Vakum 50 Tahun, Koperasi Syariah hadir lagi di Mindanao

  • 22 Apr 2026 11:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Filipina – Sekitar 5 juta penduduk muslim di Mindanao Filipina, belum memiliki akses penuh terhadap koperasi syariah selama lebih dari setengah abad. Padahal, ini menjadi sebuah kebutuhan mendesak untuk diwujudkan.

Maka, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tergerak melakukan pengabdian masyarakat di Mindanao Filipina, untuk mengisi celah dalam ekosistem keuangan syariah. Sehingga, tidak terjadi kondisi kontradiktif.

Menurut Ketua Tim Pengabdian UMY Profesor Rizal Yaya, meski institusi perbankan sudah ada di Mindanao, namun pada level koperasi belum sampai menyentuh akar rumput. Faktanya, memang tidak ada model syariah yang mapan.

”Kami mentransfer model Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang telah berkembang di Indonesia,” katanya, Rabu, 22 April 2026. ”Model ini paling relevan diadaptasi, karena menerapkan bentuk keuangan mikro syariah berbasis komunitas.”

Model BMT dipilih karena memiliki keunggulan, yaitu pendekatan kemitraan yang lebih adil bagi pelaku usaha mikro, dan integrasi aspek sosial dan ekonomi melalui nilai-nilai Islam. Selain itu, fleksibilitas yang memungkinkan adaptasi oleh organisasi berbasis komunitas seperti koperasi.

Pemilihan lokasi program juga didukung oleh kesiapan mitra lokal. UMY menggandeng praktisi hukum dan perbankan setempat, yaitu Mr. Jalani M. Ramos dari Amanah Islamic Bank, serta Dr. Leonilo Go Paulin, pakar hukum syariah Filipina.

”Keterlibatan mereka sangat krusial, untuk memastikan model BMT yang diadaptasi tetap selaras dengan regulasi nasional di Filipina,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....