IHSG dan Emas Melemah, Rupiah Menguat
- 03 Mar 2026 23:39 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatra Utara (Sumut) Gunawan Benjamin, menyebut tekanan bursa saham Asia menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG terpaksa menyerah dan ditutup turun 0,96 persen di level 7.939,767.
"Level psikologis 8.000 ditembus dan ini membentuk sinyal tren turun dalam jangka pendek,” ujar Gunawan, Selasa 3 Maret 2026.
Selama sesi perdagangan, IHSG bergerak di dua zona dengan rentang 7.932 hingga 8.098. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat indeks, di antaranya Aneka Tambang (ANTM), Vale Indonesia (INCO), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Timah (TINS), serta Astra International (ASII).
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah justru berbeda arah dengan IHSG. Rupiah ditutup menguat tipis di level Rp16.850 per dolar AS.
“Penguatan rupiah hari ini tidak banyak membantu IHSG yang sempat menguat tajam di awal sesi. Tekanan eksternal masih lebih dominan mempengaruhi arah pasar saham,” ucapnya.
Sementara itu, harga emas dunia mengalami koreksi tajam dan ditransaksikan di kisaran 5.080 dolar AS per ons troy pada perdagangan sore, atau sekitar Rp2,76 juta per gram.
Gunawan menilai kabar mengenai kemungkinan dialog antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu aksi ambil untung di pasar emas.
“Kabar potensi dialog memicu koreksi harga emas untuk sementara waktu. Namun pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah sebagai rujukan investasi selanjutnya,” katanya.
Ia menambahkan, konflik yang diproyeksikan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan berpotensi menjaga volatilitas di pasar keuangan maupun komoditas global.
“Selama ketidakpastian geopolitik belum mereda, volatilitas tetap tinggi dan pelaku pasar akan cenderung bersikap hati-hati,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....