Perang Memanas, IHSG Menguat, Rupiah dan Emas Stabil

  • 03 Mar 2026 11:17 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin menilai eskalasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang semakin meluas ke kawasan Teluk masih berpotensi menekan pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

“Pasar keuangan masih berpeluang mengalami tekanan lanjutan seiring meningkatnya eskalasi konflik. Sentimen geopolitik masih menjadi faktor dominan yang membayangi pergerakan pasar,” ujar Gunawan, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, sejumlah data ekonomi domestik seperti inflasi dan surplus neraca perdagangan, ditambah membaiknya data manufaktur Amerika Serikat, sejauh ini belum mampu menjadi katalis positif bagi mayoritas bursa saham di Asia yang masih bergerak di zona merah.

Meski demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan tercatat mampu menguat ke level 8.059. Gunawan menyebut penguatan tersebut masih bersifat terbatas.

“Meskipun dibuka menguat, pelaku pasar tetap mewaspadai pelemahan bursa saham Asia yang berpeluang menyeret IHSG. Tekanan eksternal masih cukup kuat,” ucapnya.

Sementara, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini relatif stabil di kisaran Rp16.855 per dolar AS. Di sisi lain, dolar AS masih menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang Asia.

“Tekanan yang dialami mata uang Asia berpeluang meluas dan dapat menyeret pelemahan rupiah. Pasar kawasan masih dihantui ketidakpastian, walaupun sentimen data ekonomi sebenarnya cukup positif,” katanya.

Di pasar komoditas, harga emas dunia tetap bertahan di atas level 5.300 dolar AS atau sekitar 5.348 dolar AS per ons troy pada sesi pagi. Jika dikonversi, harga emas berada di kisaran Rp2,9 juta per gram.

Gunawan menilai peluang penguatan emas masih terbuka lebar seiring meningkatnya eskalasi perang dan adanya imbauan Amerika Serikat agar warganya meninggalkan sejumlah negara di Timur Tengah.

“Himbauan tersebut mengisyaratkan bahwa perang masih akan berkecamuk. Pasar keuangan dan pasar komoditas akan terus mencari titik keseimbangan baru di tengah memburuknya tensi geopolitik,” ucap Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....