Fenomena Laverage, shortcut cuan atau Jebakan Mental?

  • 28 Feb 2026 12:38 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - investasi dan trading di kalangan anak muda semakin marak dalam beberapa tahun terakhir. Seiring meningkatnya literasi keuangan digital, istilah leverage pun kian populer. Namun di balik potensi keuntungan berlipat, muncul pertanyaan besar: apakah leverage benar-benar shortcut cuan, atau justru jebakan mental bagi investor pemula?

Leverage merupakan fasilitas yang memungkinkan investor meminjam dana dari broker untuk memperbesar nilai transaksi. Instrumen ini umum digunakan dalam perdagangan saham, forex, hingga kripto di berbagai platform. Dengan leverage, modal kecil bisa mengontrol aset bernilai jauh lebih besar. Jika harga bergerak sesuai prediksi, keuntungan bisa berlipat ganda. Namun jika berlawanan, kerugian pun membesar dengan cepat.

"Daya tarik leverage sering memicu euforia berlebihan, terutama di kalangan trader muda. Secara teori, leverage adalah alat manajemen modal. Tapi dalam praktiknya, banyak yang menggunakannya untuk spekulasi agresif tanpa manajemen risiko yang matang,” kata Dosen STIE 66 Kendari saat hadir di RRI Pro 2 Kendari sebagai Narasumber program Selamat Pagi Teman Pro 2, Kamis, 5 Februari 2026.

Dari sisi psikologis, leverage dapat menjadi jebakan mental. Sensasi potensi keuntungan besar dalam waktu singkat mendorong perilaku impulsif dan overconfidence. Ketika mengalami kerugian, sebagian trader justru terdorong untuk menambah posisi demi menutup kerugian sebelumnya, yang dikenal sebagai revenge trading. Pola ini dapat memperbesar risiko kehilangan seluruh modal dalam waktu singkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....