BI: Cadangan Devisa Januari 2026 Menurun

  • 08 Feb 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Cadangan devisa Indonesia hingga akhir Januari 2026 tercatat sebesar USD154,6 miliar dolar AS. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), jumlahya menurun dibandingkan posisi akhir Desember 2025, yang tercatat sebesar USD156,5 miliar dolar AS. 

Menurunnya, cadangan devisa di bulan Januari, menurut BI, dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antaranya, pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Cadangan devisa digunakan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam laporan perkembangan cadangan Devisa BI akhir pekan kemarin. Meski mengalami penurunan, BI menyebut cadangan devisa hingga akhir Januari 2026, masih cukup tinggi.

Posisi cadangan devisa setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. “Cadangan devisa juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga  bulan impor,” ucap Ramdan Denny.

Menurut penilaian BI, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal. Selain itu, cukup untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BI meyakini cadangan devisa ke depan akan tetap memadai ditopang oleh aliran masuk modal asing. Persepsi investor terhadap perekonomian Indonesia  juga tetap positif dan tingkat imbal hasil juga menarik.

Sehingga cadangan devisa tetap masih dapat diandalkan untuk menjaga perekonomian dan sistem keuangan dari dampak rambatan ketidakpastian global. “BI akan terus meningkatkat sinergi dengan pemerintah untuk memperkuat ketahanan eksternal dan menjaga stabilitas perekonomian,” ujar Ramdan Denny.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....