Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis, Turun ke Rp2.633.000 per Gram
- 17 Jul 2026 05:22 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas batangan Antam turun Rp2.000 per gram menjadi Rp2.633.000 pada perdagangan Kamis (16/7/2026) pukul 08.32 WIB.
- Harga pembelian kembali (buyback) juga mengalami penurunan Rp2.000 menjadi Rp2.380.000 per gram, dengan selisih beli-buyback mencapai Rp253.000.
- Investor emas melihat penurunan harga sebagai kesempatan menambah kepemilikan untuk tujuan investasi jangka panjang dan menganggap emas sebagai instrumen yang relatif aman.
- Pergerakan emas yang naik turun dianggap wajar di tengah fluktuasi pasar, dengan tren jangka panjang menunjukkan peningkatan meski sesekali terkoreksi.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam kembali mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, Kamis (16/7/2026). Berdasarkan pergerakan harga pukul 08.32 WIB, harga emas turun Rp2.000 per gram menjadi Rp2.633.000, setelah sebelumnya berada di level Rp2.635.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali (buyback). Harga buyback tercatat turun Rp2.000 menjadi Rp2.380.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga beli dan harga buyback saat ini mencapai Rp253.000 per gram.
Koreksi tersebut terjadi sehari setelah harga emas Antam melonjak cukup signifikan. Pada perdagangan Rabu (15/7/2026), harga emas tercatat menguat Rp20.000 per gram, sehingga penurunan hari ini dinilai sebagai pergerakan wajar di tengah fluktuasi pasar logam mulia.
Seorang investor emas di Malinau, Fitri, mengatakan dirinya tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan harga harian karena tujuan utama berinvestasi emas adalah untuk tabungan jangka panjang. Menurutnya, emas tetap menjadi instrumen yang relatif aman untuk menjaga nilai aset.
"Kalau saya membeli emas bukan untuk dijual dalam waktu dekat. Tujuannya lebih ke menabung dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang. Jadi ketika harga turun sedikit seperti hari ini, saya justru melihatnya sebagai kesempatan untuk menambah kepemilikan," ujarnya.
Fitri menilai pergerakan harga emas yang naik dan turun merupakan hal yang lumrah. Ia mengaku lebih memperhatikan tren dalam jangka panjang dibandingkan perubahan harga harian yang cenderung dipengaruhi sentimen pasar.
"Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan harga emas cenderung terus meningkat dalam jangka panjang meski sesekali terkoreksi. Karena itu saya tetap optimistis prospeknya masih baik, apalagi kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian," katanya.
Ia menambahkan, emas masih menjadi salah satu pilihan investasi yang cocok bagi masyarakat karena mudah diperjualbelikan dan memiliki nilai yang relatif stabil dibandingkan beberapa instrumen investasi lainnya.
Meski demikian, Fitri mengingatkan masyarakat untuk menyesuaikan pembelian emas dengan kemampuan keuangan masing-masing. Menurutnya, investasi emas akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila dilakukan secara bertahap dan disimpan dalam jangka waktu yang panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....