Jakarta IP Market 2026 Perkuat Ekosistem Lisensi IP Lokal Menuju Pasar Global

  • 15 Jul 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jakarta IP Market 2026 bertransformasi menjadi platform business-to-business untuk mempercepat kolaborasi dan komersialisasi intellectual property Indonesia
  • JIPM 2026 menghadirkan empat pilar utama, termasuk Licensing Deal Room, guna mempertemukan pemilik IP dengan calon mitra bisnis
  • Penyelenggaraan perdana JIPM 2025 mencatat lebih dari 100 IP, 305 business meetings, 138 business leads, dan potensi bisnis melampaui Rp33,4 miliar

RRI.CO.ID, Jakarta - Jakarta IP Market (JIPM) 2026 kembali digelar dengan memperkuat perannya sebagai marketplace bisnis untuk mendorong intellectual property Indonesia menembus pasar global. Ajang tersebut mempertemukan pemilik IP, brand, manufaktur, investor, serta pelaku industri kreatif dalam satu ekosistem bisnis.

JIPM 2026 akan berlangsung selama 29 hingga 30 Juli 2026 di Fairmont Jakarta sebagai pengembangan penyelenggaraan edisi perdana. Tahun ini, penyelenggara mengubah konsep pameran menjadi platform ‘business-to-business’ yang berorientasi menghasilkan kolaborasi serta peluang bisnis nyata.

Penyelenggaraan perdana pada 2025 berfokus meningkatkan kesadaran pentingnya ekosistem intellectual property di Indonesia secara menyeluruh. Pada 2026, JIPM menghadirkan berbagai inisiatif baru untuk mempercepat komersialisasi intellectual property Indonesia melalui kolaborasi strategis.

Chairman JIPM 2026 Mochtar Sarman mengatakan banyak intellectual property Indonesia memiliki kualitas tinggi dan potensi pengembangan yang besar. Namun, berbagai IP tersebut masih menghadapi kendala dalam memperoleh akses kepada mitra bisnis yang sesuai untuk berkembang.

“Akibatnya, banyak karya berhenti sebagai konten, padahal seharusnya bisa berkembang menjadi produk, lisensi, franchise, hingga kolaborasi lintas industri. Jakarta IP Market hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut dengan mempertemukan seluruh pelaku industri dalam satu marketplace bisnis yang terstruktur,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

JIPM 2026 mengusung empat pilar utama meliputi Exhibition, Conference, Networking, serta ‘Licensing Deal Room’ untuk memperkuat kolaborasi industri. Licensing Deal Room menjadi ruang negosiasi eksklusif melalui business matching guna mempercepat tercapainya nota kesepahaman maupun kerja sama bisnis.

Keberhasilan penyelenggaraan perdana pada 2025 menjadi dasar optimisme pengembangan Jakarta IP Market pada penyelenggaraan tahun ini. Selama dua hari, JIPM menghadirkan lebih dari 100 intellectual property, peserta sembilan negara, 305 business meetings, 138 business leads, serta potensi bisnis melebihi Rp33,4 miliar.

“Karena itu, Jakarta IP Market kami kembangkan bukan sekadar sebagai event tahunan, melainkan sebagai marketplace yang mempertemukan kreativitas dengan peluang komersial. Harapannya, semakin banyak IP Indonesia yang mampu berkembang menjadi brand regional bahkan global,” ucapnya.

Ke depan, Jakarta IP Market ditargetkan menjadi penghubung industri kreatif Indonesia dengan pasar Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Melalui penguatan ekosistem licensing serta business matching, JIPM ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan bisnis intellectual property kawasan Asia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....