Bengkel PT Kelvin Jadi Andalan Perbaikan Speed Boat di Sungai Musi
- 17 Jul 2026 13:08 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Bengkel PT Kelvin di Dermaga Sungai Musi telah beroperasi selama enam tahun menjadi rujukan utama untuk perbaikan speed boat di perairan Sumatera Selatan.
- Biaya perbaikan mesin bervariasi dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk servis ringan, dan dapat mencapai puluhan juta rupiah untuk kerusakan berat pada blok mesin.
- Kerusakan speed boat meningkat seiring dengan intensitas operasional, dengan waktu perbaikan berkisar satu hari hingga dua minggu tergantung tingkat kerusakan dan ketersediaan suku cadang.
RRI.CO.ID, Palembang - Bengkel milik PT Kelvin di kawasan Dermaga Bekang 22 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang terus melayani perbaikan mesin speed boat yang beroperasi di perairan Sumatera Selatan. Bengkel tersebut telah beroperasi selama enam tahun dan menjadi rujukan bagi armada speed kayu maupun speed besi, Sabtu, 11 Juni 2026.
Kerusakan yang paling sering ditangani terjadi pada bagian blok mesin di sekitar baling-baling speed boat. Tingkat kerusakan umumnya meningkat ketika jadwal operasional kapal semakin padat.
Mekanik bengkel PT Kelvin, Andri, mengatakan speed boat tidak selalu masuk bengkel setiap hari untuk menjalani perbaikan. Menurutnya, kerusakan biasanya muncul mengikuti intensitas keberangkatan sehingga bisa terjadi dalam rentang satu hingga dua minggu.
"Kalau jadwal keberangkatan padat, biasanya lebih sering ada yang masuk bengkel. Kadang seminggu atau dua minggu baru ada perbaikan," ujar Andri.
Biaya perbaikan mesin bervariasi sesuai tingkat kerusakan yang dialami. Servis ringan seperti penggantian paking berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta, sedangkan kerusakan berat pada blok mesin dapat mencapai puluhan juta rupiah.
Andri menjelaskan kebutuhan suku cadang mesin Suzuki dan Yamaha dipenuhi dari toko langganan yang berbeda. Namun, suku cadang mesin Suzuki kerap sulit diperoleh karena harus didatangkan dari Jakarta melalui sistem inden.
Ia menambahkan usia mesin yang sudah tua menjadi penyebab utama meningkatnya kerusakan speed boat. Selain itu, pola pengoperasian kapal dan cara kapten menjalankan mesin juga memengaruhi kondisi serta usia pakai mesin.
"Yang susah perbaiki itu kalau mesin tahun yang sudah tua. Sudah itu cara kaptennya juga bawa speed yang buat tetap bagus mesin," ungkapnya.
Proses perbaikan mesin berlangsung mulai satu hari hingga dua minggu bergantung pada tingkat kerusakan dan ketersediaan suku cadang. Keterbatasan anggaran juga menjadi salah satu faktor yang dapat memperlambat penyelesaian servis.
Salah seorang pelanggan, Saipul, mengaku keberadaan bengkel di kawasan dermaga sangat membantu proses perbaikan speed boat. Ia menilai lokasi bengkel yang dekat membuat kerusakan dapat segera ditangani tanpa harus membawa kapal ke bengkel yang lebih jauh.
"Bengkel ini cukup memudahkan dan praktis, jadi dak susah payah. Lokasi bengkelnyo juga dekat jadi tidak buat lama proses perbaikan speed boat," pungkasnya.
Laporan Mahasiswa Magang Ayu Siti Fatimah, Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....