CEO Sony Hiroki Totoki Lepas 56% Saham Pribadinya dari PlayStation
- 10 Jul 2026 12:33 WIB
- Wamena
Poin Utama
- CEO Sony Hiroki Totoki menjual 225.000 lembar saham (56% dari kepemilikan pribadinya) hanya dua hari setelah pengumuman penghentian produksi game fisik PlayStation mulai Januari 2028.
- Chief Strategy Officer Sony Toshimoto Mitomo juga melakukan aksi jual dengan menjual 25.000 lembar saham (18% dari kepemilikan pribadinya) pada hari yang sama dengan harga US21,02 per lembar.
- Meskipun kedua eksekutif melakukan penjualan saham signifikan, performa saham Sony tetap stabil dan menunjukkan tren positif sejak pengumuman transisi ke ekosistem digital pada 1 Juli 2026.
RRI.CO.ID, TOKYO — CEO Sony Group, Hiroki Totoki, dilaporkan telah menjual lebih dari separuh kepemilikan saham pribadinya di perusahaan.
Berdasarkan dokumen resmi yang diajukan ke United States Securities and Exchange Commission (SEC), langkah finansial besar ini dilakukan hanya berselang dua hari setelah Sony mengumumkan rencana kontroversial untuk menghentikan produksi game fisik (cakram/disket) PlayStation mulai Januari 2028.
Aksi lego saham oleh petinggi perusahaan ini langsung memicu perhatian pasar dan komunitas industri game global. Menariknya, transaksi tersebut terjadi di tengah tren positif pergerakan nilai saham raksasa teknologi asal Jepang ini.
Menurut laporan yang diangkat oleh media Insider Gaming (10/7 ) berdasarkan dokumen SEC tertanggal 3 Juli 2026, Totoki melepas sebanyak 225.000 lembar saham Sony Group Corp (SONY). Persentase saham yang dijual mewakili sekitar 56% dari total kepemilikan saham pribadi Totoki di Sony.
Pasca transaksi ini, pria berusia 61 tahun tersebut tercatat masih memegang sisa kepemilikan sebanyak 173.250 lembar saham perusahaan. Dokumen regulator keuangan Amerika Serikat tersebut juga mengungkap bahwa Totoki bukan satu-satunya eksekutif papan atas Sony yang melakukan aksi jual pada hari yang sama.
Chief Strategy Officer (CSO) Sony, Toshimoto Mitomo, diketahui ikut menjual 25.000 lembar saham miliknya. Menggunakan indeks harga yang sama yakni US21,02 per lembar, nilai transaksi Mitomo mencapai US525.500 (sekitar Rp8,5 miliar), yang memangkas sekitar 18% dari total kepemilikan saham pribadinya.
Meski dua petinggi utama Sony melakukan aksi jual (insider selling) dalam volume yang cukup signifikan, performa saham Sony terpantau kokoh dan tidak mengalami guncangan atau penurunan yang berarti.
Sejak Sony pertama kali menyiarkan pengumuman mengenai transisi penuh ke ekosistem digital dan penghentian format game fisik PlayStation pada 1 Juli 2026, pergerakan harga saham Sony justru memperlihatkan tren positif yang stabil.
Para analis menilai pasar merespons positif langkah efisiensi jangka panjang Sony yang berniat memangkas biaya produksi dan distribusi fisik, meskipun kebijakan ini memicu perdebatan hangat di kalangan para kolektor dan gamer konvensional yang masih setia dengan rilisan fisik. Hingga saat ini, pihak Sony Group belum memberikan pernyataan resmi tambahan mengenai alasan personal di balik penjualan saham oleh kedua eksekutifnya tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....