Ekspor Aceh Mei 2026 Turun, Neraca Perdagangan Defisit USD 51,92 Juta
- 02 Jul 2026 07:56 WIB
- Banda Aceh
RRICO.ID, Banda Aceh - Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada Mei 2026 tercatat sebesar USD 52,88 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan sekitar 7,21 persen dibandingkan capaian ekspor pada April 2026.
Plh. Kepala BPS Provinsi Aceh Abd. Hakim mengatakan, nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2026 mencapai USD 104,80 juta. Angka ini melonjak 112,78 persen dibandingkan nilai impor pada bulan sebelumnya.
"Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada Mei 2026 mengalami defisit sebesar USD 51,92 juta. Defisit terjadi karena nilai impor jauh lebih besar dibandingkan nilai ekspor selama periode tersebut," ujarnya saat penyampaian rilis bulanan dikantor BPS Aceh, Rabu 1 Juli 2026.
Komoditas bahan bakar mineral menjadi penyumbang terbesar ekspor Aceh pada Mei 2026 dengan nilai mencapai USD 36,68 juta. Ekspor kelompok komoditas ini didominasi oleh batubara yang masih menjadi andalan perdagangan luar negeri Aceh.
Berdasarkan negara tujuan, India menjadi pasar ekspor terbesar bagi komoditas asal Aceh pada Mei 2026. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai USD 22,35 juta dengan komoditas utama berupa batubara dan berbagai produk kimia.
Jika ditinjau menurut sektor, hasil pertambangan menjadi penyumbang ekspor terbesar dari Provinsi Aceh. Nilai ekspor sektor ini tercatat sebesar USD 36,77 juta atau mendominasi total ekspor pada bulan Mei.
Sementara itu, impor Aceh selama Mei 2026 didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral atau gas dengan nilai USD 87,34 juta. Selain itu, impor juga terdiri atas bahan kimia anorganik senilai USD 14,06 juta dan pupuk sebesar USD 3,41 juta.
Dari sisi pelabuhan muat, sebagian besar komoditas asal Aceh masih diekspor melalui pelabuhan yang berada di wilayah provinsi tersebut. Total nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Aceh mencapai USD 37,75 juta atau setara 71,38 persen dari total nilai ekspor komoditas asal Aceh.
Perkembangan ekspor dan impor pada Mei 2026 menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Aceh masih didominasi sektor pertambangan, khususnya komoditas batubara. Namun, meningkatnya nilai impor menyebabkan kinerja neraca perdagangan Aceh pada periode ini berakhir dalam kondisi defisit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....