Bom Paket di Monako, Taipan Ukraina Jadi Target
- 01 Jul 2026 04:41 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Sebuah ledakan bom paket mengguncang sebuah apartemen mewah di Monako pada Senin malam waktu setempat, melukai lima orang dan memicu perburuan besar-besaran lintas negara antara Monako dan Prancis. Insiden yang disebut otoritas setempat sebagai "percobaan pembunuhan" ini menyasar seorang pengusaha kelahiran Ukraina yang kini telah melepas kewarganegaraannya.
Ledakan Mengincar Taipan Properti
Stasiun televisi BFMTV, afiliasi CNN di Prancis, melaporkan bahwa sasaran serangan tersebut adalah Vadym Yermolaiev, pebisnis yang meninggalkan Ukraina dan resmi melepas paspor negaranya pada 2019. Otoritas Monako sejauh ini menolak mengonfirmasi identitas korban secara resmi, namun menyebutkan bahwa korban dewasa pria itu telah berdomisili di Monako sejak setidaknya 2021. Kementerian Luar Negeri Ukraina sendiri menyatakan bahwa ketiga korban yang terluka berasal dari satu keluarga keturunan Ukraina.
Jaksa Agung Monako, Stéphane Thibault, dalam konferensi pers pada Selasa menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan percobaan pembunuhan dan bukan aksi terorisme. Menurutnya, pelaku yang belum teridentifikasi meletakkan bom paket di sebuah bangunan tempat tinggal sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Ledakan terjadi tak lama setelah tiga penghuni apartemen di lantai dasar, dua orang dewasa dan seorang anak, tiba di rumah. Ketiganya dilarikan ke rumah sakit di Nice, Prancis, sementara dua orang lain di luar bangunan turut terluka akibat serpihan kaca.
Sosok di Balik Kekayaan dan Kontroversi
Yermolaiev, kini berusia 58 tahun, membangun kekayaannya di sektor properti di Kota Dnipro, Ukraina tenggara, pada masa awal pasca-Soviet dan pernah masuk jajaran orang terkaya di negara itu. Ia kini tercatat sebagai warga negara Siprus. Kepada majalah Forbes edisi Ukraina, ia mengaku melepas kewarganegaraan demi mendapatkan "perlindungan internasional," dengan alasan sistem peradilan dan perpajakan Ukraina yang dinilainya tidak objektif.
Motif di balik serangan ini masih belum jelas. Yermolaiev tidak memiliki keterkaitan langsung dengan perang di Ukraina, meski pernah dikenai sanksi oleh Kyiv pada Desember 2023 atas tuduhan berbisnis di wilayah Krimea yang diduduki Rusia—tuduhan yang ia bantah. Nama keluarganya juga sempat mencuat lewat kasus putranya, Artur Yermolayev, yang divonis bersalah atas penipuan investasi bodong senilai sekitar 100 juta euro di Estonia.
Perburuan Lintas Negara
Wali Kota Beausoleil, kota Prancis yang berbatasan langsung dengan Monako, Gérard Spinelli, mengungkapkan bahwa kamera pengawas merekam tersangka melarikan diri ke wilayahnya. BFMTV merilis foto seorang pria mengenakan sweter hitam, celana terang, dan topi bucket hitam yang diduga sebagai pelaku.
Otoritas mengerahkan sekitar 84 personel polisi serta 50 petugas pemadam kebakaran gabungan Prancis dan Monako, dengan dukungan sekitar 40 tentara Prancis dalam pengejaran tersebut.
Insiden ini terbilang langka mengingat kejahatan kekerasan nyaris tidak pernah terjadi di Monako, negara kota di tepi Laut Mediterania berpenduduk sekitar 40.000 jiwa yang dikenal sebagai surga bagi kalangan superkaya berkat sistem pajaknya yang ringan.
Pangeran Albert II dari Monako menyatakan seluruh perangkat negara telah dikerahkan dan bekerja sama erat dengan otoritas Prancis untuk mengungkap kasus ini secepat mungkin dan menyeret pelaku ke meja hukum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....